Menginjak Benua Australia – Halo, Sydney!

It’s been four years since last time went to Europe, aku kembali memberanikan diri untuk menjelajah benua lain lagi, kali ini Australia. Perjalanan ke Australia ini diawali dari official statement salah satu band kesayangan, Coldplay, yang akan menggelar concert-tour A Head Full of Dreams-nya ke Melbourne dan Sydney pada pertengahan Desember 2016. Mengingat Coldplay adalah band yang memiliki idealisme tinggi terhadap environment maka sepertinya untuk mengharap kehadirannya di Indonesia sulit terealisasi.

Persiapan dilakukan sejak bulan Agustus 2016, mulai dari membentuk geng, urus paspor dan visa, menyusun itinerary, membeli tiket dan survey hotel online dan tentunya beli tiket Coldplay! Aku akan share persiapan dua dokumen penting siapatau berguna:

Perpanjang Paspor. Sebagai penduduk Jakarta palsu alias cuma numpang kerja karena KTP masih beralamatkan kota kelahiran yaitu Bandar Lampung, tidak perlu bersedih dan susah-susah urus paspor. Cukup datang ke Kantor Imigrasi terdekat, kebetulan karena kantorku tetanggaan sama Kantor Imigrasi Jakarta Pusat jadi urus disana dengan membawa beberapa syarat antara lain KK (asli+FC), KTP (asli+FC), Paspor Lama (asli+FC), Akta Kelahiran (Asli+FC). Voila antri sekitar 2 jam langsung foto dan paspor baru ada di tangan setelah 3 hari dengan biaya Rp 355.000. Gampang banget!

Pengurusan Visa. Karena jam kerja kantor yang lumayan padat yaitu 8 to 5 every Monday untul Friday jadi urusan visa aku percayakan menggunakan jasa travel, Dwidayatour. Biaya yang diperlukan Rp 1.750.000 dengan memberikan beberapa dokumen yaitu : Paspor Baru dan Lama (asli +FC), Pas Foto Background Putih, Surat Sponsor dari Kantor, KK (asli+FC), KTP (asli+FC), FC Buku Tabungan (diatas 50 juta, tapi tabunganku kurang dari itu sih fine aja kok). Setelah menyerahkan dokumen akan dilakukan verifikasi oleh pihak travel dan kemudian visa keluar dalam hitungan 10 hari kerja. Lancar!

Dua dokumen penting sudah di tangan, akhirnya setelah semuanya rampung kami membeli tiket untuk berangkat, ke Australia negeri wool! Oh iya, untuk tiket hostel dan kosmetik perjalanan lainnya alhamdulillah aku dibantu sama seorang teman baik hati yang punya jasa travel kece. MAS ANDI I LAFF YOU!

Nah, perjalanan ini terdiri dari 4 personil memesona, yaitu aku, Marina, Wicak dan Keka. They were my babies that made this trip beyond amazing, yuk aku kenalin :

img_4031
Keka – Wicak – Marina – Tika
Siltami Ledi Marina (Marina)
Pertama kali ketemu Marina di tahun 2012, kami tergabung dalam organisasi AIESEC dan mengikuti program Edison Project di Republik Ceko. Kami berdua ditemukan oleh Benua Eropa dan akhirnya kembali bertemu karena sama-sama kerja di Jakarta. Marina itu, berkali kali lipat hobi foto dibanding aku kapanpun dan dimanapun dan gak pernah makan. Siap-siap kalo jadi partner travellingnya bakal kesel liat nih anak gak pernah makan.

Yanuar Wicaksono (Wicak)
Sebelumnya pernah trip bareng Wicak and the gengs we called The Cukers tahun 2010 ke Singapore. Nyambung banget karena anaknya spontan dan easy going parah. Dadakan ngajakin ke Oz buat nonton Coldplay langsung mau, yaudah kami bertemu kembali.

Putri Sekar Ningtyas (Keka)
Anak manis adik kandung Wicak yang manis banget. Udah sih intinya anaknya manis banget dan member termuda di antara kami berempat.

Yak, bersama merekalah trip to Oz ini akan berjalan seminggu ke depan, so let’s start the trip full of dreams!

10 Desember 2016,
Penerbangan kami dijadwalkan pukul 15.10 WIB dari Bandara Soekarno Hatta untuk transit di Kuala Lumpur International Airport sebelum ke Sydney dengan menggunakan Air Asia. Waktu terbang menuju KLIA adalah sekitar 2 jam, lalu sekitar pukul 19.00 waktu Malaysia kami harus berganti pesawat yang dijadwalkan berangkat pada pukul 23.45. Selama di KLIA kami berdua mengisi perut dengan menu yang aku cari, Nasi Lemak. Marina? Dia makan “sampah” salad Popeye yang isinya sayur-sayuran kering gak jelas, enak sih tapi tetep aja sampah. After, kita datang ke gate 11 then we die for 8 hours sleep on plane heading to Sydney! Can’t wait to landed!

img_3365
8 hours on plan heading to Sydney from KLIA
11 Desember 2016,
Landed safely sekitar pukul 11.00 siang waktu Sydney! Ah, seneng banget rasanya setelah 8 jam di dalam pesawat akhirnya bisa menyentuh daratan dengan rasa bahagia dan syukur karena petualangan seminggu ke depan segera dimulai. Turun dari pesawat kami langsung ambil kamera dan mengabadikan beberapa moment dalam beberapa jepretan sebelum masuk zona imigrasi. Mengantri di imigrasi sampai mendapat giliran selama 1 jam, setelah semuanya selesai sambil menunggu bagasi kami kembali mengambil beberapa foto sampai akhirnya ada seorang petugas imigrasi mendatangi dan “memarahi” kami. Salah apa, pikirku. Ternyata dia mengingatkan kami secara tegas untuk tidak mengambil foto di area dalam bandara. Sial, dia hapus semua foto kami. Hadeh, yasudahlah…

Keluar dari bandara, kami berdua mencari shuttle bus menuju Kings Cross, kebingungan sudah pasti. Sampai akhirnya ada seorang Bapak baik hati menyapa kami dengan Bahasa Indonesia, ia mengaku sebagai pekerja kebersihan bandara berasal dari Flores. Sudah menetap di Sydney selama kurang lebih 20 tahun. Luar biasa pikirku. Dengan ramah beliau menunjukkan kemana kami harus mencari bus shuttle. Bersyukur masih ditemukan orang baik. Meskipun setelah diberi arah, kami tetap bingung sih!

img_3382
Si Bapak baik hati, Flores Indonesian who help us to find shuttle bus.
Menunggu sekitar 2 jam lebih, karena menurut info kami tidak harus membayar uang untuk menggunakan shuttle bus, karena transportasi menuju hostel sudah merupakan fasilitas gratis dari tempat kami menginap, yaitu Jolly Swagman Backpackers Hostel. Tapi nyatanya semua shuttle bus meminta biaya $15/person, mau gimana lagi dong. Akhirnya kami memilih shutlle bus “Airbus” menuju Kings Cross kurang lebih 45 menit.

Driver mengantarkan kami sampai depan Jolly Swagmann Backpackers Hostel di daerah Kingscross. Hostelnya lucu penuh warna. Kami memilih hostel dengan type one shared room with 6 bed. Hostel merupakan pilihan yang tepat untuk traveller yang hanya numpang tidur, karena memang akan gak nyaman kalau harus banyak menghabiskan waktu di dalam kamar secara kita harus shared room dengan orang asing. Tapi menariknya kita bisa ngobrol sama “stranger” yang kadang bisa tukar cerita dan info berguna terkait tempat wisata. Oh iya di hostel ini kami dikenakan charge sebesar $30-35/person/night sudah termasuk sarapan (roti doang ya sarapannya).

img_3842
The Jolly Swagman Backpackers Hostel
img_3393

img_3394

Setelah check-in aku dan Marina langsung bersiap untuk mulai sightseeing the city. Excited sekali. Marina sudah menyusun itinerary selama di Sydney yang harus kami kunjungi selagi menunggu Wicak dan Keka yang baru landing malam hari. Here we go:

Karena stamina masih full maka kami memutuskan untuk keliling kota berjalan kaki, selain itu untuk hemat juga sih karena memang biaya transportasi di Sydney terbilang mahal, hehe. Maklum kami anak “murahan”, kalo bisa yang murah dan paling murah deh.

Hyde Park. Salah satu taman yang cukup terkenal di Sydney. Ada apa disana? Ya taman, selayaknya taman, hehe. Di sekitarnya ada sebuah gereja besar yang cukup dijadikan icon Sydney yaitu St. Mary’s Cathedral. Setelah masuk dan puas berfoto, kami melanjutkan untuk berkeliling ke berbagai sudut Hyde Park. Ambience-nya asik banget, bersih dan sebagai pecinta public space, taman ini benar-benar menjadi titik istirahat sebuah kota karena berada di pusat kota yang dikelilingi gedung tinggi.

img_3458
St. Mary’s Cathedral

img_3485
Hyde Park
Bosan, akhirnya kami kembali berjalan menuju Art Gallery of New South Wales. Sayangnya niat kami untuk berkunjung masuk ke dalam gagal karena museumnya sudah tutup. Selanjutnya kami hanya berjalan di sekitarnya menuju ke Parliament Building. Sepanjang perjalanan, kami gak pernah berhenti ketawa, menertawai tingkah norak kami berdua yang selalu foto dimanapun. Di jalan raya, depan patung, depan toko, trotoar. Bersyukur sih punya partner travel yang norak, bahkan kalo soal foto lebih norak dia (Maaf ya, Mar. Ini ungkapan jujur seorang instagram best friend. Haha). Nah sampai akhirnya adegan kelebihan tawa harus terhenti. Dompet Tika hilang. Hilang.

img_3585
New South Wales Art Gallery
Ya, hilang. Panik. Bukan Tika kalo gak panik. Ya iyalah panik, semua uang untuk hidup 7 hari ke depan ada di dompet, kartu kredit, kartu debet dan kartu lainnya ada disana. Nangis, ya seperti biasa Tika cuma bisa nangis. Akhirnya aku dan Marina bertekad mencari kantor polisi terdekat dengan bertanya kepada orang sekitar. Syukurlah ada seorang pria (asalnya dari Hongkong, ganteng, badannya atletis) yang menunjukkan kami kantor polisi terdekat dan letaknya bersebrangan dengan Sydney Opera House. Kami berjalan cepat dan pasrah melihat keindahan Sydney Opera House dan Harbour Bridge tapi belum bisa mampir karena harus ke kantor polisi. Sampai di kantor polisi mereka cukup membantu. Aku diminta mengisi formulir keterangan kehilangan gitu, udah gak konsentrasi sih gelisah banget sebenernya. Setelah itu kami memutuskan kembali ke tempat pertama kali aku membuka dompet, yaitu di Subway daerah Kings Cross by train. Pinjam uang Marina tentunya (Makasih yaMar, i love you lah pokoknya). Setibanya di Subway, mas mas kasir memberitahu bahwa ada pria yang menemukan dompetku dan meninggalkan nomor hp untuk dihubungi. Gila, rasanya udah gak mungkin tapi ini beneran nyata. Andrew, seorang pekerja Incident Response yang lewat di depan subway sore tadi dan melihat dompetku di trotoar. Udah gak ngerti lagi. Tuhan baik banget. Marina baik banget. Andrew baik banget. Abang kasirnya baik banget. Bersyukur. Kalo seandainya dompet gak ketemu, mungkin hasrat jalan-jalan udah terkubur dalam kali.

img_3695
Andrew, pria baik hati yang nemuin dompetku :”)
The day was over, we back to the hostel and found Wicak and Keka inside! Welcome to Sydney guys!

12 Desember 2016
Pagi jam 07.30 aku dipaksa ikut Marina lari pagi. Gila apa ya. Tapi gak punya pilihan, terlanjur temen jadi harus mau. Wicak dan Keka? Mereka memilih tidur. Envy you guys! Berlari menuju Sydney Opera House through Royal Botanical Garden, take photos and enjoy the view. Ini kota cantik banget sih, tamannya bagus bersih dan berlari sepanjang 3 km gak kerasa. Ngos-ngosan, sampai akhirnya melihat Harbour Bridge dan Sydney Opera House di depan mata! Uwooooo, biasanya cuma bisa liat di papan monopoli, sekarang bisa liat nyata dan langsung. Thanks Mar for wake me up, no regret kok!

img_3723
Royal Botanical Garden

img_3797
In front of Sydney Opera House and Harbour Bridge

Processed with VSCO with a6 preset
Around Circulay Quay
Kembali ke hostel untuk mandi dan bersiap sekaligus menjmeput Wicak dan Keka menuju destinasi hari ini ke Bondi Beach. Sebelumnya kami mengisi perut di Subway. So far, Subway is the most recomended place, harganya murah dan porsinya besar plus cookies-nya enak banget, already miss it! Baru akhirnya kami menuju train station dan membeli Opal Card yang digunakan untuk naik berbagai transportasi selama di Sydney seharga $20, mahal ya~

img_3924
Subway always right

img_3929
I loved the train, at least bisa istirahat dari kekejaman jalan kaki
Dari Kings Cross kami naik train menuju Bondi Junction untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Bondi Beach dengan bus. Perjalanan memakan waktu 30 menit dan akhirnya kami sampai! Wohooo, panas terik dan indah sekali! Birunya langit, bersihnya pantai dan lembutnya pasir jadi pemandangan yang mahal. Setelah puas berfoto, kami melanjutkan perjalanan menuju Bronte Beach di sepanjang Coastal Walk. Ahhhh Coastal Walk keren banget sih dan pas banget buat ngitemin badan. Ya, kami gosong mendadak. Tapi terbayar dengan pemandangan di sepanjang Coastal Walk yang luar biasa indah itu. Kemudian sampai di Bronte, laper dan yaudah kami memutuskan untuk meninggalkan kawasan pantai dan kembali ke kota karena rencana selanjutnya adalah cruising di bawah Harbour Bridge.

img_3850
Bondi Beach

dscf1833
Coastal Walk

dscf1838
one spot in Coastal Walk

DCIM100GOPROG0075464.
Everybody’s Happy!
Sampai di city, kami langsung memberli tiket untuk naik ferry dari Circular Quay menuju Darling Harbour untuk menikmati pemandangan Harbour Bridge lebih dekat. Membayar 5$ kami menghabiskan sekitar 10-15 menit di kapal ferry dan mengambil foto sepuas-puasnya, norak? Pastilah! Oh iya niatnya sih pengen nemenin Wicak dan Keka untuk makan steak di daerah Darling Harbour, tapi ternyata sampai disana restonya udah tutup. Poor you guys! Gagal makan mewah deh…

dscf1881
$5 for this amazing view
img_3944

dscf1895
around Darling Harbour
Karena capek banget, akhirnya kami memutuskan pulang ke hostel untuk istirahat, naik taksi. Infonya taksi cukup pricey di Sydney, tapi karena kita horang khaya jadi gak masalah untuk mencoba. Dan ternyataaaaaa, benar! Jarak tempuh sekitar 2-3 km harus dibayar dengan biaya sebesar $24.

Sekitar pukul 20.00 kami bersiap menuju Sydney Eye Tower, salah satu menara tertinggi di Sydney yang biasanya dikunjungi untuk melihat kota Sydney dari ketinggian 309 m. Harga normal untuk naik Sydney Eye Tower adalah sebesar $24, tapi kami beli dengan harga lebih murah melalui jasa hostel sehingga kami hanya perlu membayar sebesar $18. Dari Sydney Tower kami bisa memandang jauh kota Sydney dan terlihat jelas posisi Harbour Bridge dan Syndey Opera House dengan city light-nya, Cantik.

img_4060
Sydney citilight from Sydney Eye Tower *gelep*
Belum kelewat lelah, kami akan makan malam di Cruise Bar untuk melihat Syndey Opera House lebih leluasa di malam hari. Gak bisa berlama-lama, karena tepat saat kami sampai, Cruise Bar telah menuju last order time, jadi yaudah makan seadanya sambil ya apalgi kalau bukan foto-foto. Makannya lumayan dan gak terlalu pricey juga. Sebanding lah dengan pemandangan yang kami dapatkan. Setelah kenyang, kami pulang. Meluruskan kaki. Unfortunately, kakiku bengkak. Besok beli sandal jepit. Harus!

dscf1970
Dinner at Cruise Bar
13 Desember 2016.
Bangun pagi, beranjak dari kasur. Kaki rasanya sakit banget. Paha kenceng, cek iphone ternyata kemarin kami menempuh jalan sepanjang 15 km dengan jalan kaki. Jauh juga ternyata ya! Angkat kaki menjadi pekerjaan paling sulit kala itu, kaki juga semakin bengkak. Cita-cita terdekat adalah beli sandal jepit. Destinasi hari ini adalah menjajaki Pitt Street, one of famous street di Sydney dan Queen Victoria Building untuk beli coat, karena dilangsir tanggal 14 Desember 2016 saat konser Coldplay digelar akan turun hujan. Sedih, tapi kenyataan ini harus dihadapi. Syukurlah, dimana-mana sale and so blessed i found a HnM coat with only $20. Yeay! Setelah itu aku dan Marina memisahkan diri dari Wicak dan Keka, karena kami berdua akan pergi ke QVB sedangkan kakak beradik mau beli iphone 7. Sampai di QVB kesan pertama cantik dan anggun. QVB adalah pusat perbelanjaan yang fancy banget, dekorasi di dalamnya pun sama. Gak belanja, karena isinya brand mahal semua, hehe jadi kami hanya berkeliling sebentar mengingat kami harus bertemu Mbak Viena, tiket Coldplay kami masih di tangannya. Ini penting, Penting!

img_4110
Pitt Street

dscf1983
Queen Victoria Building
Mbak Viena adalah temannya Mbak Nia, Mbak Nia itu teman kantorku. Kebetulan tinggal di Sydney jadi aku minta bantuan untuk dibelikan tiket Coldplay. Janjian ketemu di central station, ketemu dan transaksi terjadi. Tiket Coldplay resmi di tangan! Yeay!

Setelah mengambil tiket Coldplay aku dan Marina menuju ke Sydney Opera House untuk bertemu kembali dengan Wicak dan Keka, rencananya sih makan siang di pinggiran Sydney Opera House dan bertemu dengan teman kami dari Jakarta yang tinggal disana, Mbak Naia. Samapi disana bukannya makan, kami Cuma numpang ngobrol dan tentu aja foto-foto dan memilih pindah ke McD, makan dengan harga yang lebih masuk akal, hehe.

img_4283
Numpang foto di pinggiran Sydney Opera House
Sampai di McD, kami duduk dan memelas diri karena rasanya badan ini udah bener-bener out of reach. Capek. Banget. Kami menghabiskan waktu sekitar 1 jam untuk sekedar mengistirahatkan kaki dan ketawa-ketawa gak jelas. Oh iya, hari itu wabah “lalat” sudah mulai hadir di kehidupan kami. Gak tau kenapa, apa karena kami memakai baju berwarna hitam atau karena bau badan, lalat gak pernah bosan mengitari kami. Kzl.

DCIM100GOPROG0095478.
Muka lemes, lepek, dilalerin
Sekitar pukul 16.00, kami akan cek lokasi ke Allianz Stadium yang memang pada hari itu Concert Tour Coldplay hari 1 di Sydney digelar. Ya pengen tau aja sih dan juga pengen beli merchandise-nya dong. Kami naik taksi lagi. Ternyata kami lebih sayang kaki daripada uang. Dan, sampai di Allianz Stadium, kami gak bisa bohong kalo euphoria untuk nonton Coldplay bener-bener berasa banget dan rasanya gak sabar untuk cepet ke hari esok! Antrian store official merchandise Coldplay lumayan panjang, rencana untuk beli kaos Coldplay dalam jumlah banyak harus runtuh ketika melihat harga satu kaosnya, $50!!! Mahal banget! Akhirnya Cuma beli 1 kaos, untuk diri sendiri~

Gak mau terlalu capek. Besok harus pasang tenaga untuk nonton konser, kami pulang kembali ke hostel. Kali ini, naik Uber! Uber is cheaper than taxi, thanks Gusti Allah! Oh iya, dinner kami malam ini istimewa. INDOMIE!

14 Desember 2016
Hari ini jadwal utama kami tentu saja GOES TO THE AMAZING CONCERT COLDPLAY! Tapi berhubung open gate pukul 17.30 jadi aku dan Marina menyempatkan diri untuk beli oleh-oleh ke Paddy’s Market. Kami berangkat sekitar pukul 10.00 pagi by train. Sampai disana kalap deh, kami beli banyak banget dan harganya juga murah-murah. Jangan takut dibohongin, karena banyak banget orang Indonesia yang jual souvenir disana dan biasanya mereka kasih harga pasti tanpa ditawar tapi worth it kok meskipun kasonya juga tetep made in China, hahaha.

Sekitar jam 12.00 kami pulang menuju hostel karena rencananya kami akan mulai antri di gate pukul 16.00 jadi harus sampai di Allianz Stadium sesegera mungkin. Okay, sampai disini dulu deh ceritanya. Butuh chapter tersendiri untuk menceritakan Coldplay Concert, i’ll write it soon!

Advertisements

Europe Silly Trip #Part 2 Ostrava!

Ostrava!
Perjalanan selama dua setengah jam dari Praha ke Ostrava di kereta diindahkan dengan pemandangan salju putih yang menyelimuti bukit, sawah, rumah-rumah, dan beberapa kendaraan yang dilintasi
Paling tidak di Ostrava masih ada salju!
Sepanjang perjalanan perasaan takut, gembira, terharu campur jadi satu. Dan alhamdulillahnya gue uda punya sim card yang gue beli di stasiun Praha, jadi paket Blackberry Internet Service udah bisa nyala, gue cuma bisa habisin waktu sendirian dengan dengerin ipod dan share beberapa foto ke orangtua gue. Masih dalam suasana sedih sebenernya menyadari hanya bisa menikmati pemandangan indah diluar jendela seorang 
diri.


Bahasa yang digunakan di Republik Ceko adalah Cesky, ya bahasa Ceko. Jadi ya selamat datang di planet lain. Susah banget buat nemuin petunjuk dalam bahasa Inggris! termasuk penduduknya yang belum teredukasi untuk menggunakan bahasa Inggris. Bahasa tubuh jadi satu-satunya senjata yang gue punya untuk berkomunikasi.
Well, setibanya gue di Ostrava Hlavni Nadrazi Station. gue langsung ngabarin buddy (istilah AIESEC yang bertanggung jawab dan nemenin gue kemana aja as exchange participant) gue.
Dan sungguh terkejut ketika gue turun dari kereta melihat pemandangan stasiun di depan gue. Gue berasa di kota mati berisi zombie. Terus gue bayangin semua penduduknya jalan kaku-kaku datengin gue terus gue mati. The End.

Well, dengan sedikit shock dan kebingungan karena di suhu udara minus sekian gue harus kerepotan bawa dua koper dan satu tas tangan ke lobby tanpa adanya eskalator ataupun lift! IMAGINE GUYS! Eropa adalah negara yang pelit akan fasilitas yang memanjakan diri. Semua serba self service, termasuk kaki. Jarang banget bisa nemuin lift, eskalator dan sebagainya… Jadi welcome betis kesebelasan!

Cengok sendirian liat kanan kiri. Hopeless. Sampe akhirnya dua orang perempuan jalan menuju arah ke gue.

“are you Tika?”
“yes, Hallo” gue gaguk, gue gemeteran
“hey, I’m Mirka”
“hey hallo tika, I’m Lysan from Canada nice to meet you! ancdkjsaf#$%asdnfkja*%@!#$shfujwehfkah^*&$sfkjsnfkjasfaksjdnauehaksjhdkahsduahsduahsdjgasdhashjdg”

sejenak gue tertegun, mampus cepet amat ini bule ngomong bahasa inggrisnya! Tapi biar ga keliatan bego sebisa mungkin gue pasang muka pinter.

“okaay”
“hahahaha”
“of course”
“heemmmm”


empat kata itu yang cuma bisa gue katakan di awal pertemuan karena gue masih harus adaptasi dengan kelincahan bahasa Inggris kedua perempuan yang telah menjadi temen gue itu. The war has just begun!

Ostrava

Setelah kurang lebih 15menit perjalanan dari stasiun ke universitas dimana basecamp AIESEC Ostrava ada disana. gue kegirangan liat pemandangan luar jendela, karena gue bisa liat salju bener-bener dari dekat. Sampe akhirnya gue lari ke center buat pegang salju yang nutupi rumput dan jalan setapak. BAHAGIA banget rasanya megang es serut ciptaan Tuhan ini.

my 1st snowie!

Sejauh mata memandang, Ostrava adalah sebuah kota besar, tiga terbesar dari kota – kota yang ada di Republik Ceko. Bangunan-bangunannya kayak lagi di Eropa, yaiyalah ya…
Sebagian penduduk di Ostrava gabisa berbahasa Inggris, mereka cuma bisa bahasa ceko. Di Ostrava sendiri cuma ada beberapa supermarket dan tempat berbelanja yang gue yakini ga lebih bagus dari tempat perbelanjaan yang ada di Indonesia.
Kotanya sepi banget, makanya yang kaya gue bilang di awal, macam kota Zombie. 
Tapi buat kenyamanan kayak transportasi super duper nyaman. Cuma ada tiga macam transportasi umum di Ostrava, yaitu Tram, Electricity Bus dan  Bus. Metode pembelian karcis juga sama kayak di Praha. 

Pokoknya kalo lagi di Eropa jangan pernah nyepelein recehan, they save us! Tapi karena gue bakal tinggal dua bulan disana, jadi gue beli karcis transportasi untuk satu bulan ke depan yang nantinya bisa diperpanjang seharga 250Kc atau setara dengan 125ribu rupiah. 

inside the tram

Okay, setelah itu gue langsung menuju ke kampus. Sebuah universitas di Ostrava, Vysoka Scola. Disanalah Aiesec Ostrava berada. Jadi bersama dua koper gue dan dua teman gue yang jemput tadi di stasiun. Disana gue bertemu dengan teman0teman seproject gue yang berasal dari 4 negara. Rusia, China, Canada, dan Georgia. Dalam dua bulan kedepan gue dan teman-teman yang lain akan berada di satu tim untuk saling memamerkan budaya Indonesia ke beberapa sekolah di seantero Ostrava. Mereka baik banget!

the Vysoka Scola 

Setelah ngurus semua berkas dan berkenalan, untuk seminggu sebelum project dimulai gue bakal tinggal di sebuah flat member Aiesec Ostrava yang biasa dipanggil Habi. Malam itu juga gue dikasih arah gimana caranya sampai ke tujuan. cuma dikasih arah loh, bukan ditemenin. Gimana ga kejang-kejang karena sama sekali gue gatau mana-mana. Tapi alhamdulillah penghuni flat yang juga sesama exchange participant kaya gue berbaik hati jemput gue. akhirnya mereka jemput gue dan pertama kalinya bertemu mereka juga. Tiga orang temen flat gue berasal dari Turki, Jepang dan Taiwan. Hampir 30 menit perjalanan dari universitas ke flat. Dan untuk malam itu, gue perlu tidur sekedar membunuh waktu karena gue ngerasain homesick stadium akhir.
Gue ngerasa berada di tempat asing. seorang diri. gatau mau ngapain, jadi gue cuma mau tidur. dan sebelum tidur gue mengambil wudhu, sekedar buat bersyukur dan meminta perlindungan dari-Nya. Gue pun ngambil sarung (yang sampe sekarang selalu gue pake dan bawa kemana-mana, btw usisa sarung itu udah 26 tahun. Kepunyaan bokap) . merem. tetep gabisa tidur….

Well, esok harinya gue memutuskan untuk berkeliling di sekitaran Ostrava. Oh iya kabar baiknya, jadi selama dua bulan kedepan ternyata gue ga cuma tinggal di Ostrava, tapi
gue bakal jalanin project ke daerah-daerah ya mungkin semacam kabupaten gitulah, kayak di village atau kampungnya Ostrava! Jadi selama abroad di Ceko gue ke beberapa daerah lain selain Ostrava, yaitu : Poruba, Pist, Hrabovska.
Gue bakal buka lapak sendiri buat cerita yang itu.
Jadi sementara di Ostrava, ini dia tempat-tempat yang bisa diliat dan mungkin patut dikunjungi di Ostrava!

Ostrava City Centre
inilah beberapa pemandangan yang ada di tengah kota Ostrava. Kita bisa cuma duduk-duduk atau spending free time disini. Santai dan banyak tempat buat makan dan juga belanja di supermarket. Supermarket yang terkenal di seantero Ceko termasuk Ostarva namanya Billa. Yaa semacam Giant-nya Indonesia lah 🙂




Stodolni
Gajauh dari Ostrava City Centre, ada sebuah jalan yang bener-bener terkenal. Menurut gue ini satu-satunya hiburan yang dimiliki Ostrava sih. Ya Ceko memang sangat terkenal karena beer-nya, jadi kalo ke Ceko tujuan utama ya party dan minum. Nah ada salah satu jalan yang jadi destinasi para turis, mahasiswa, pelajar yang suka party. Namanya Stodolni. Sepanjang Stodolni kita bisa nemuin banyak banget bar- bar, yah sebelas duabelas sama Legian Bali deh. Tapi ya, sialnya gue gabisa minum. Bukan karena sok alim, tapi emang nyium bau beer aja udah ga bisaa. Jadi macam Stodolni ini ga bikin nasib gue berubah. Tapi buat anak-anak di Ostrava, jangan tanya! kalo weekend, jalanan ini udah kaya pasar Sekaten, ruame!

Stodolni Street


Vitkovice
Vitkovice, jadi gue dibawa sama salah satu keluarga dari hostfam gue buat jalan-jalan kesini.Vitkovice adalah coal factory. Gue lupa ngasitau kalo Ostrava itu kota industri, jadi disini banyak banget factroy, termasuk pabrik batu bara. Tapi pabrik ini udah lama ga dipake. Jadi akhirnya dimuseumkan, nah disini kita bisa liat gimana proses batu bara dulu diambil dari bawah tanah kemudian diproduksi sedemikian rupa!



Stramberk
Gue suka banget sama tempat ini, village kecil yang berada sekitar 60 menit dari Ostrava. Disini tempatnya nyaman banget, gabanyak penduduk yang tinggal di tempat ini, dan Stramberk punya makanan khas yaitu Stramberk Ear. Enak banget! bisa dibeli seharga 36kc atau sekitar 18ribu rupiah. Nah di Stramberk juga kita bisa melihat sebagian kota Ostrava dari ketinggian diatas menara. KEWL!

Lisa Hora!
The best moment ever!
Salah satu hostfam gue, Thomas Family adalah keluarga paling gue sayang! Mereka tau banget kalo gue gapernah mainan salju jadi dengan baik hati mereka ngajak gue buat ski-ing di Lisa Hora. (Hora dalam bahasa Ceko artinya gunung) Jadi sangat excited banget karena gue bisa main ski di gunung salju, jalan di gunung salju, tidur di gunung salju! Gunung ini berseberangan langsung dengan Slovakia! jadi kita bisa liat gunung yang menjulang indah di seberang mata! i’m so blessed!


Well ya, sebenernya masih banyak yang bisa gue ceritain tentang Ostrava. Bahkan ga ada habisnya! 
Kota yang buat gue nangis hampir seminggu karena homesick, sekaligus kota yang bikin gue berat banget buat melangkahkan kaki ke kereta si waktu kepulangan gue.
Sebuah kota besar minim penduduk. Kota industri penuh asap. Tapi kota ini pula yang secara ga langsung membentuk pribadi gue buat lebih tough, independent!
Gatau apa gue bisa lagi buat dateng kesana :’)

Ostrava, Djakui!

Europe Silly Trip #Part1 Prague

EROPA!

Jujur dalam hidup gue sendiri, i never thought that i will be there. but now, its been a year. Tepat sekitar setahun yang lalu gue pernah hidup di tanah Eropa, dreamland bagi sebagian besar orang di Indonesia, apalagi mahasiswa.
Mungkin pernah lah ya gue mengkhayal kalau suatu saat gue bisa pergi dan menyentuh benua yang dipenuhi banyak tempat bersejarah itu, suatu saat pasti gue bakal kesana sama orangtua gue. 
Tapi nyatanya? 
Jauh dari ekspektasi kawan-kawan sekalian, gue ke Eropa sendirian! Tolong di bold, SENDIRIAN!

Jadi the only reason kenapa gue bisa ke Eropa itu karena gue ikut Exchange Program-nya AIESEC! jadi gue ke Ceko buat memperkenalkan budaya Indonesia di beberapa sekolah di salah satu kota di Ceko, yaitu Ostrava. Nah gue pengen nyeritain gimana noraknya gue, gimana senengnya dan kesedihan gue selama gue jalananin project culture ini. Great experience buat gue, dan siapatau bisa jadi tulisan yang informatif juga 🙂

Okay, lets face the day!
22 Februari 2012! Masih inget banget, saat itu gue cengengesan pengen cepet-cepet berangkat! Tampil oke plus kegirangan bisa make boots baru, tenteng-tenteng coat, keribetan pake scarf. Jadi akhirnya merasakan aura luar negeri dari Soekarno-Hatta. Tersirat jelas sekali kekhawatiran orangtua dan keluarga gue yang menghantarkan keberangkatan gue. Mereka khawatir sama gue yang notabene bocah pecicilan yang belum bisa dipercaya(saat itu).Tapi sebisa mungkin meskpiun panik, gue tetep berusaha kalem. Makin kalem liat Momo yang lari-lari nyempetin buat ketemu gue sebelum gue berangkat, thanks loh Mok 🙂

my everythings

KLM Airlines, maskapai milik Belanda yang jadi pilihan gue buat berangkat. 
Goodbye Indonesia! Lets Rock Eropa!
Wohoooooo, melambaikan tangan ke arah orangtua dan keluarga saat yang paling berat buat gue. Karena mulai mikir kalo dua bulan ke depan gue gabakal bisa berinteraksi secara langsung sama mereka, gu bakal tinggal di lingkungan asing yang gapernah gue bisa tebak. Your risk, Tika!
Menghabiskan 13jam perjalanan dari Indonesia ke Amsterdam adalah hal paling memuakkan. Perut gue mules sepanjang perjalanan. Semacam diserang panic syndrom apa ya gue ga paham juga. Tiba-tiba gue ngerasa dunia ini sempit dan pengen banget balik lagi ke Indonesia. Perasaan terasing karena berada di ratusan manusia yang memiliki jenis kulit, mata, rambut dan bahasa yang berbeda. Panik.
Gue yang notabene suka banget makan, jadi kenyang mendadak liat makanan enak yang disuguh oleh maskapai. 
Woro-woro dari mbak pramugari udah mulai ngasih sign kalo bentar lagi gue bakal mendarat di Schipol, Amsterdam. Nah perasaan panik naik pangkat. Apa bisa gue transit buat nemuin pesawat selanjutnya ke Prague. Transit, ya jadi gue masih harus connect pesawat untuk ke Prague. Bayangin! Gue sendirian tuh, bahasa inggris pas-pas an, dan dalam 45menit gue kudu lari dari Gate B ke Gate F! dan gue gatau kedua gate itu dimana? Perasaan amaze karena gue udah nyentuh daratan Eropa harus dikesampingkan gegara gue harus konsentrasi baca sign kemana papan-papan kuning ngebawa gue. Well, finally gue berhasil nemuin gate yang gue taksir setelah melewati birokrasi ketat di imigrasi. Pertama kalinya gue disuruh lepas semua barang bawaan, buka sepatu buka kaos kaki! Terus masuk dalam box tembus pandang semacam scanner gitu. 
Perjalanan setengah lari selama 25 menit cukup bikin pori-pori kulit gue kebuka karena im sweating, lalu kembali nutup karena keluar gate gue mulai ngerasain “winter” ! DINGIN BANGET! 

Pesawat gue kali ini bakal ngebawa gue ke destinasi sebenarnya, yaitu Republik Ceko! I’m coming PRAHA!
Saat itu udah mulai pagi, jadi gue ngerasa jetlag gitu *gaya bener dah
Satu setengah jam gue melihat keluar jendela dan pemandangan luar biasa dari atas awan. 

Terima kasih Tuhan untuk kesempatan yang Kau selipkan untukku. Betapa beruntungnya aku bisa berada di benua impian. Memandang kebesaran-Mu yang lain. Sungguh tak sabar aku ingin merasakan hamparan salju putih yang kulihat. Allahuakbar!

Akhirnya gue tiba di Ruzyně Airport, Prague
Dengan langkah mantap, gue keluar pesawat lalu kedinginan! Tapi kemudian sedikit kecewa karena ternyata di Prague udah 0 derajat, jadi salju udah mulai lumer. Jadi ya gak ada salju 😦 dingin? rasain deh masuk kulkas terus di dalem kulkas lo pasang AC. gitu lah kali dinginnya.
Gue ambil barang dan keluar dari bandara. Ibu Tuti dan sopirnya sudah menunggu diluar untuk menjemput gue. 
Jadi Ibu Tuti adalah malaikat baik hati, seorang diplomat Indonesia yang bekerja dan hidup di Prague selama 5 tahun bersama keluarganya. kenapa gue bisa kenal beliau? karena kakak gue yang bekerja di kedutaan besar Indonesia menjembataninya . Ya sebagai WNI memang kita wajib lapor ke setiap embassy kalo kita dateng ke negara mereka, dan alhamdulillah banget Bu Tuti mau jemput gue dan nawarin tinggal di apartmennya dulu sebelum gue menuju Ostrava. Terima kasih ya, Ibu! 🙂

Akhirnya memutuskan untuk menginap semalam di kediaman Ibu Tuti, sebuah apartmen di daerah Svinov.
Gue tinggal bareng keluarganya. Suami beserta dua anaknya dan juga seorang ibu setengah tua yang sering dipanggil si Bibi.
Gak lama gue istirahat dan diajak jalan-jalan buat sightseeing Praha. Im come!

with Ibu Tuty

Hampir dua jam lebih gue mengelilingi kota Praha. dan Subhanallah, ini to yang namanya Eropa!
Gue dibikin amaze sama setiap sudut yang gue liat. Bangunan tuanya, transportasinya, jalannya, semuanya deh! Semuanya rapih, nyaman, tenang banget. Burung-burung yang bergerombol di setiap centre city :’)
Di tengah kegembiraan, cuma satu yang gue pikirin saat itu

Terima kasih Tuhan, akhirnya aku bisa menikmati ini semua.
Terima kasih Papa, Mama, Mba Cita… Seharusnya kalian bisa lebih dulu disini, seharusnya kalian bisa ikut bersamaku menikmati keindahan ini. Seharusnya kita bisa puas menikmati kenorakan kita bersama.
Terima Kasih, Tuhan. Terima Kasih Papa, Mama.

Disini, kita bisa bebas kemana aja pake transportasi yang aman dan nyaman banget. Ada  empat macam transportasi yang bisa kita gunain. Tram (semacam kereta di jalan raya), Metro (kereta bawah tanah), elecrticity bus (bus listrik), dan bus. Udah deh kita bisa kemana aja bakal aman, karena semua petunjuk arah terpampang nyata badai membahana. 
Buat tiketnya, kita beli tiket naik tram dan ketiga transportasinya biayanya sama. Hitungannya by menit.
jadi ada klasifikasi-nya. mulai dari 30 menit 24kc, 90 menit 32kc, dan 24 jam 110 kc (1kc : Rp 500)
Jadi kalo buat liburan dan sightseeing mending beli yang 24jam, lebih ngirit dan bebas kemana aja 🙂

Banyak hal dan banyak tempat yang bisa dikunjungi disana, dan gue bakal share kemana aja gue selama di Prague! yes, the place must visit! Oh iya, during 2 months, gue ke Praha udah dua kali, pertama berangkat dan sebelum balik ke Indonesia. jadi ini liputan kemana aja selama gue di Praha!

Charles Bridge




Jembatan yang jadi icon Prague ini yang pertama kali kudu kunjungin! Dari old town square gue jalan menuju Charles Bridge. Disini banyak sekali aktivitas yang bisa dinikmatin. Mulai dari musik European, makanan pinggir jalan sampe penjual kaki lima yang biasa menjual banyak hasil kesenian dan ciri khas Ceko.
Kita bisa duduk nikmatin aliran sungai Vlatva, Praha. Charles Bridge adalah koneksi paling penting antara Kastil Praha dan Old Town dan daerah sekitarnya. Charles Bridge awalnya disebut Stone Bridge (Kamenný Most) atau Praha Bridge (Pražský Most) tetapi telah menjadi “Charles Bridge” sejak 1870.


Kastil Praha


Seperti berada di Kerajaan, kita bisa liat suasana kerajaan disini. Prazsky Hrad adalah salah satu Kastil peninggalan sejarah yang ada di Republik Ceko. Asik banget! pemandangan Praha bisa dinikmatin dari atas kastil. SUPER!


Katedral St. Vitus.


Gereja termegah yang pernah gue liat selama hidup, Saint Vitus Cathedral yang berada di tengah Pražský Hrad (Prague Castle) terdapat di Praha. Mulut gue ga berhenti mangap liat betapa megah dan artistiknya karya manusia yang satu ini! 


Astronomical Clock


Bu Tuti bilang kalo Astronomical Clock ini sering dibilang sebagai jam bego. Soalnya setiap satu jam sekali jam besar ini akan memunculkan atraksi sederhana berupa tarian dan terompet yang keluar dari atas bangunan. Dan semua turis bakal rela berdiri demi nungguin atraksi tersebut!
National Museum, Prague


Bangunan besar ini juga jadi icon Praha. Cukup duduk di depannya kemudian foto-foto :p asik banget! Sambil nongkrong-nongkrong cantik karena banyak cafe pinggir jalan. atau beli coffee buat jadi anget-anget di tangan.


Old Town Square



Disini kerasa banget Eropa-Modern nya. berada di hard of square, tengah kota. Disini apa aja bisa kita nikmatin. Gudangnya cari oleh-oleh. Seneng banget deh!

Setelah beberapa jam udah kelililng-keliling.
Akhirnya capek banget dan masih setengah jetlag. 
Malem itu gue gabisa tidur sama sekali, mana kartu gue masih XL which is sekali sms harus ngabisin 4ribu rupiah. Dan belum beli kartu sana. Oh iya FYI, Vodafone adalah simcard paling reccomended!
Jadi malam pertama sekaligus malam terakhir gue sebelum gue ke Ostrava, sama sekali gue ga tenang. Gue kangen rumah, kangen Indonesia. Pengen pulang. 
Sampe suatu saat Papa nelpon, gue gabisa ngangkat karena sumpah gue nahan nangis. Antara kangen, seneng tapi gatau deh campur aduk.
KArena gabisa tidur, gue sampe ngetok kamar si Bibi buat nemenin tidur. Perasaan paling aneh yang pernah gue rasain selama idup. 
Akhirnya si Bibi nemenin gue tidur sampe pagi, makasih ya Bi 🙂

Besoknya tanggal 24Februari 2012, Bu Tuti nganterin gue ke Prague Hlavni Nadrazi. Stasiun besar di Praha, karena gue bakal menjalani hidup yang sebenarnya di Ostrava. 

Prague Hlavni Nadrazi

Woohh, makin ngerasa bakal jauh sama Indonesia. Makin ga ada lagi orang Indonesia yang gue kenal di Ostrava.
Mulai tanggal itulah gue hidup sebatang kara tanpa menggantungkan diri ke siapa-siapa!  Di tahap ini lah gue merasa kalo gue ada lah Raja dari diri gue sendiri. Keterbatasan bukan suatu hal yang membatasi diri!
yes the thing is

strive the world. 
it’s fine to get lost, cause we’ll never find the right way if we never get lost.

you’re rock, Tika! 
Lambaian tangan menjadi penutup perpisahan antara gue dan keluarga Ibu Tuti.


Bye Prague! Welcome, Ostrava!

Visiting Auschwitz – Birkenau

kali ini mau share pengalaman deh.

itung-itung nambah pengetahuan dan khasanah travelling, dan siapatau bisa buat resep buat temen-temen yang pengen menjelajahi Historical Place di tanah Eropa 🙂

Hmmm. Kesempatan exchanged ke Eropa Februari 2012 lalu tentunya gak begitu aja gue sia-siain dong ya. karena gue berpikir kapan lagi gue bisa ke Eropa(mungkin suatu saat nanti lagi, aamiin) jadi gimana caranya i have to use my times to discover some part of Europe. dan salah satu destinasi yang jadi tujuan adalah Auschwitz – Birkenau yang ada di Polandia.

Well, ga semua orang kali ya yang tau sebenernya apa sih Auschwitz – Birkenau ini (baca : auswich – berkenau) agak ribet emang nulisnya.
Ya, Auschwitz adalah sebuah kamp konsentrasi besar Jerman. Singkatnya, karena jujur gue juga ga begitu paham sama nazi-nazi kayagini. Jadi Auschwitz ini sering disebut sebagai The Holocaust, ya masih inget kan sama film ‘The Boy in the Striped Pyjamas’ ya kurang lebih apa yang diceritakan itulah faktanya. Masa-masa perang dunia ketika Hitler berkuasa dan kemudian beliau membantai kaum Yahudi dengan cara ‘digosong-in’ atau ‘dibakar’ dengan bahan kimia secara massal. Lebih dari satu juta jiwa tewas pada dalam pembantaian biadab ini. 

Jadi cerita simpelnya, Hitler ingin menguasai dunia dengan membunuh seluruh umat manusia yang bukan dari kaum dan jenisnya. Ya tentu saja target utama kaum Yahudi. Dan ternyata hasrat untuk membantai umat manusia tidak terpuaskan jika hanya kum Yahudi yang ia bantai, kaum homoseksual, gipsi juga jadi sasaran. Bahkan ia juga membantai kaum yang tidak memiliki warna bola mata seperti Hitler. Betapa egoisme merasuki jiwanya!

Auschwitz terletak di Polandia dan pada saat itu gue menyinggahi Krakov, salah satu kota besar di Polandia, yang kebetulan ternyata hanya berjarak 60km dari kamp atau sekitar 2jam perjalanan ke Auschwitz by minibus.
Gue berangkat ke Polandia saat itu cuma berduaan aja sama sahabat gue si Canadian Lysan Sequiera. Actually sama sekali gue gatau menau soal kamp ini sebelumnya, karena gue ga banyak ngerti sejarah Nazi, but everythings seems so interested since i arrived.

Okay, dengan 50euro (sekitar Rp 500.000) gue dan Lysan sepakat untuk mengikuti tour travel ke Auschwitz – Birkenau. Paket travel udah termasuk ke makan siang dan satu destinasi lainnya lagi, yang mungkin akan gue ceritain di lain page kali ya…
Dijemput sama tim travel di hotel, dan sepanjang dua jam perjalanan kami disuguhkan oleh tayangan di layar televisi minibus tentang sedikit banyak sejarah tentang Auschwitz dan Nazi Jerman pada masa Hitler. Well, karena  filmnya pake bahasa inggris dan bahasanya berat banget, jadi gue memilih untuk tidur 😀

Tiba – tiba mobil udah sampe di tempat tujuan. GILA! satu kata yang gue ucapin saat itu BLOODY HELL! Keren banget! Vintage, nazi, serem. Sempet tertegun sih ngeliat lokasi yang luaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaas banget! 


Begitu sampai di kamp, aura-nya jelas terasa sangat berbeda. okay, gue akan pake bahasa formal disini, karena memang Auschwitz bukan tempat sembarang, dan kita sebagai pengunjung wajib menghormati walau hanya dengan kata-kata 🙂
Kami tiba di kamp konsentrasi Auschwitz lalu menuju ruang tunggu, kemudian gue dan Lysan dan anggota rombongan diberikan headset sebagai media tutor dari guide tour. Kemudian kami berkumpul menunggu giliran. Setelah sekitar 30 menit menunggu, kami langsung diperbolehkan untuk memulai tour.


Here We Go!
Feel so speechless melihat apa yang ada di depan mata. Kawasan Auschwitz luas banget. Dan jauh terlihat banyak sekali bangunan-bangunan tua yang terbuat dari bata merah. Lalu kami sampai di depan gerbang kawasan Auschwitz. Terpampang di sana sebuah tulisan sebagai slogan dari kamp ini, yaitu :

 ( Kerja (akan) membuat (anda) bebas” (atau “kerja membebaskan”)


Selama perjalanan yang kurang lebih berjalan selama 90menit, kami ditunjukkan dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi di kawasan ini. Kami benar-benar diajak untuk merasakan betapa kejamnya Hitler pada masa itu. Semua orang tidak memiliki hak untuk hidup. Dari cerita yang sedikit banyak saya simak selama tour berlangsung, seluruh kaum yang menjadi target Hitler diajak untuk ke Auschwitz untuk dijadikan buruh dan bekerja agar mendapat kemakmuran, tapi nyatanya mereka semua hanya dibohongi. Karena faktanya, mereka hanya dijadikan buruh yang kemudian dibunuh.



Kami melihat jelas foto-foto korban pembantaian, sangat jelas sekali. Betapa menderitanya mereka pada zaman itu. Tidak pandang umur dan jenis kelamin. pria wanita, tua muda, dan dari berbagai profesi disatukan untuk dimusnahkan. Sebelum dimusnahkan, mereka dipekerjakan secara tidak manusiawi. 



Lalu mengapa piyama?

Ya, selama masa hidup para korban di kamp, mereka hanya diberikan piyama. satu piyama untuk satu orang selama mereka hidup. Jadi tidak usah mimpi bisa ganti baju, mandi saja mereka tidak pernah. bayangkan saja! jadi tidak heran mereka hanya bisa hidup kurang
dari tiga bulan, karena tidak pernah ada yang bisa hidup lebih dari jangka waktu tersebut. 
Makan?
Anjing punya makanan yang jauh lebih enak daripada mereka. 

Di kawasan ini, gue melihat dokumentasi korban secara nyata. Karena peninggalan para korban berupa piyama, sepatu, bahkan rambut (:para korban digunduli karena rambut dijadikan sebagai bahan insutri sapu, karpet dan sikat) pun masih terarsip rapih. betapa haru dan rasa belasungkawa merasuki diri gue. 

Bangunan terakhir yang kami kunjungi adalah bangunan dimana para korban dilenyapkan, yaitu The Holocaust Room. Bangunan ini berbeda dengan bangunan lainnya, karena terdapat cerobong di atasnya, Ya tempat dimana mereka dibantai hidup-hidup. 
Kejam.

Setelah perjalanan di kawasan Auschwitz selesai, perjalanan dilanjutkan ke kawasan kedua yaitu Birkenau.
Letaknya tidak saling berjauhan, namun memang kamp konsentrasi ini dibagi dua, mengingat banyaknya jumlah tawanan.
Rasa kaget gue melebihi ketika gue mengunjungi kawasan pertama Auschwitz, karena di kawasan Birkenau tanahnya lebih luas. Dan dengan cuaca yang kurang bersahabat pada saat itu sekitar 5 Celcius membuat gue sedikit tersiksa, lalu kembali merefleksikan diri ke masa pembantaian dimana korban hanya memiliki piyama untuk hidup no matter what the weather is…


 



Birkenau jauh lebih luas, dan hanya terdiri dari barak-barak berisi kamar-kamar korban. Tidak ada kata yang mampu gue ungkapkan, karena keadaan jauh dari kata manusiawi.
Mereka hanya tidur di dipan kayu tiga tingkat. Tanpa alas, tanpa apapun. Tidak perduli apapun cuacanya. Satu dipan ditiduri oleh lebih dari belasan orang, Bayangkan, sekejam itu Hitler menyiksa mereka.
Kamar mandi?
Yang pasti mereka yang membersihkan sendiri kotoran mereka, dengan tangan. Tangan kosong.


Dia akhir tour, kami kemudian diajak untuk melihat ke kawasan lain dimana banyak bangunan-bangun hancur. Kawasan tersebut adalah simboil ketika akhirnya Auschwitz – Birkenau dihancurkan dan kemudian kawasan ini ditutup. Di wilayah tersbut juga banyak nisan sebagai tempat untuk ikut berbela sungkawa terhadap para korban.

Setelah kurang lebih 90menit juga dihabiskan untuk menelusuri kawasan Birkenau, maka tour pun dinyatakan selesai.

Well.
Yang saya bawa kemudian adalah sebuah pelajaran.
Pelajaran menghargai masa lalu. Yahudi tidak melulu jahat, karena ternyata yang bukan Yahudi yang berperilaku kejam.
Bayangkan, kamu hidup untuk mati di masa itu.

Yah perjalanan Auschwitz-Birkenau merupakan perjalanan berharga buat gue, karena Eropa ga melulu tentang hura-hura, ada banyak sejarah di balik eksotisme Eropa yang merupakan sebuah peradaban.
Menarik untuk mengunjungi tempat seperti ini. Sehingga menjadi media refleksi bagi kita untuk menghargai hidup.

so…i recommend you to come here, someday!!!!

Czech Republic :)

Heloooo lifeeee, how are you!!!
can i just saying that i miss my blog so damn much?
i think a lot of things i passed without recorded it by my blog….
okay, theres no late! :)))


what i have to say now? okay lets start to talked about my internship!
yah i will start!


hmmmmmm… it was pleasure for me cause i had a chance to get internship in Czech Republic, which is one country in Europe! what an amazing! and i realized that it was greatest moment in my life!


cause finally i can touchdown EUROPE! i can feel what snow is looks like! i can feel how cold 0 degrees is! wohooo, sometimes i feel that it was my big dream! yes, big dream come true!

yah AIESEC as my fasilitator for this internship, what am i doin there? its all about culture stuff, INDONESIA! how to introduce Indonesia in some school in Czech Republic, and lived for 2 months in a city called OSTRAVA! started from basic scholl until high school! and the fact is, a lot of students and people in Europe have no idea about Indonesia??? even, some students asked me very brilliant questions! DO YOU HAVE ANY COMPUTER, INTERNET and MOBILE PHONE in INDONESIA????
its a bit problem i guess.
but yaah, thats why i came there for! how to make them realize and open their mind if Indonesia is one of beautifull country in this world! noted that guys, and im sure that you guys agreed about that! isn’t it? :p

Generally, the story about my project about : how to introduce Indonesian Culture to the entire of Europe is worked!
and for sure, am not the only person who came there, i have a very nice team. They are Happy from China, Mariam from Georgia, Lysan from Canada, Dasha from Russia, and also Jana, Chen, Ayse, and Rika from Japan. They’re my friends there 🙂



yah, our students… They already excited with our presentatition about our country, and of course Indonesia. a lot of stuff i brought from Indonesia and showed to them. and it made me so proud being Indonesian, cause almost of my students said that Indonesia is beautifull, and i hope so :p 
and you know some of media, television and newspaper in Czech Republic recorded us, wohoo suddenly we were so FAMOUS! :))))
so i could say that my project was SUCCESFULL!!!

another story is about my hostfam…
i just cant say anything about them, they just too perfect for me. they’re just too nice for me. i had FIVE new family in Czech Republic.
started from JJ family in Pist, Hlucin, Lucie and Thomas family in Poruba, Natalie, Mischa in Opava and of course Matej Family in Hrabovska :’)
i learned a lot from this internship, i love my family there…

how they taking care of me as their child, how they always gave me the best services… they always prepared everythings well. i never expected if they would be nice like this… im so spechleess.
i felt like im home, i felt that Ostrava and all of my place ive been live with was my second home…
and i hope that someday i can go back and visit all of my family in Ostrava, Hlucin, Poruba and also Hrabovska…





lesson learned after finished my internship are…
i learned about how to more independent, i just realize that its not easy to live without anyone who has the same background with us. how to handle everythings by yourself. how to adapted with new friends and they are from different culture, you must so carefull, because sometimes it will be problem for you…

i learned to listen more than talk. you know, one things that i appreciate from Europe and my friends there its they’re very good listener, when we talked or when we have speech in front, they will pay attention for you. they will give you applause after, they will shake or sometimes hug you and its just reaction because they’re very apreciate the speaker. they’re really respect for differences. it doesnt matter if you came from different religion, ethnics, or anything else. they will respect all of differences. and for sure, theres no jokes AT ALL about physics! it really doesnt matter if you have bright or dark skin. big or small size of body! they wouldnt make it as jokes! i can guarantee about my statement…

and the most important is…
as i came back from Europe to Indonesia, i love Indonesia more more more than before…
i just realized that we can find anythings! ANYTHINGST that we want in our country! 
Eropa gak lebih bagus kok dari Indonesia! 🙂
You know that people there was so excited for Indonesia, for our culture, for our nature… all the things in Indonesia was so nice…
So, why we alwasy make western as our pattern? we already have it, it just how we can improve and make inovation to PROVE that Indonesia is really nice.
i started to respect all of my culture in Indonesia, from SABANG until MERAUKE!
i started to not laugh with the different acsen (aksen) between our language, because its our HERITAGE!

actually theres a lot of things that i really want to share, but suddenly it just too much…
my last message is : 

let make your big movement! 

Singapore (again) !

baru mood lagi nih lanjutin cerita panjang dari perjalanan Singapore, hem hem hem. maklum manajemen Hijau Daun sibuk, jadi harus concern ke Dide dulu sebelum nulis-nulis yang beginian. okay, sampe mana ya kemaren. baru hari pertama doang yaaa.

semoga kali ini ingatatan berpihak pada keinginan dan niat bulat saya untuk kembali bercerita. yuk capcuuusssss.
hari kedua…
dimulai dengan bersiap-siap dulu di kamar 🙂

hari kedua itu direnacanakan dan merencanakan melangkahkan kaki ke Bugis Market (baca:Markeeeeeee, Bugis Markeeeee) hahahaha. pagi pagi udah pada cantek ganteng semua cao capcus ke Bugis Market, siap-siap belanja karena disanalah pusat barang-barang murahnya Singapore.

Setelah sampe disana mata langsung tertuju pada SEX SHOP! HUAHUAHAUHUAHAUHA. inget banget gue sama Ayu kaga boleh masuk

“ehhmm, Im sorry, how old are you?”
“20”
“Oh sorry, the store is only for 23”
kabuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrr
hahaha, dan si Wicak keluar keluar bawa permen berbentuk ‘tiiiiiiiiiitttttttttttttttttt’ ah penasaran jadinya rasanya gimana ya tuh permen, kayak yang aslinya gak yah? *LOH! ahhahahaha
lanjut ke lantai atas, sedikit beli bajau, terus rempong nemenenin Rendy milih milih tas buat pacar, buat adeknyaaa, dan akhirnya dapet juga deh. Cita MIta beli sepatu, Ayu juga beliin sepatu buat pacarnyaa. dah deh artis bener lah kita belanja-belanja disini.

setelah pada beli oyeh-oyeeh pada kelaperan deh. selesai dari bugis, pada lunglai lemas tak bersemangat capcus cari makan ke Burger King! Surga banget kayaknya dengan 7dolar bisa dapet kentang GUEDE! cola GUEDE! Burger GUEDE (biasa aja sih) intinya BK adalah penyelamat kegundahgulanaan kita disaat hangreeeehhhhhhhhh. ketawa-ketawa sampe ngakak disini gara-gara gue keselek kentang di idung. hahahahaa! ah gue kangen banget saat-saat beginian cuuuukkkk!

perjalanan dilanjut lagi ke Mustafa Alibaba Nehi Nehi naik bus , disana juga dengan tujuan sama untuk beli oleh-oleh tapi lebih ke makanan coklat dan tetek bengeknya, eh tapi pada beli parfum juga sih. terus inget Mba Sasa parfumnya agak berbeda dari yang dibayangkan. hikhikhik. abis itu mborong coklat sama permen segede gaban nya Wicak, si Doraemon yang malah sekarang ketinggalan dan masih di Mr. Slow Motion a.k.a Konyol. hadeeehhhh.
abis itu kecapekan dan berkeringat akhirnya memutuskan naroh barang-barang ke hotel dulu. eh eh coba coba nih pulangnya mau jalan, malah berujung dengan muter muter gajelas kesana kemari yang akhirnya ujung-ujungnya balik lagi ke kendaraan tercinta MRT. Tuhaaannn padahal kalo dipikir, ternyata Mustafa ke Footprints itu salto doang juga udah nyampe. alangkah dangkalnya logika rombongan ini Tuhan!

yep balik lagi ke hotel dengan kaki yang sudah sangat sangat goyah. tapi tetep yak semangat dwong, ehgila di Singapore getoh!

next destination : MARINA BAY!
ahhahahaha teorinya sih make bus sekali juga udah sampe, tapi prakteknya! busetdah berapa kali muter muterin gedung indah itu tanpa bisa sampe! mubeng munyer gak tau deh kemana, ngenes liat d jendela kok ya bukannya makin deket malah makin jauhin tuh gedung ya! hahahahahaha. belum lagi pada kampungan naik bus yang bertingkat gitu kan, huahahahahahahahah udah sibuk loncat-loncat sana sini kegirangan akhirnya malah sadar kalo ternyata ada CCTV! hahaahah jegerrr!

setelah tanya sana sini, mulai tanya orang yang soktau sampe yang beneran akhirnya sampe juga ya Allah alhamdulillah. Kita sampe juga di gedung super duper spektakuler, menganga liatnya sampe pengen sujud sukur bersukur sama emak bapak karena doa mereka kita bisa memenangkan paket liburan gratis bareng Dide Hijau Daun ke Singapore, hahahahhahaahhaha

trus lanjut beli karcis! hahahaha KARCIS! naik ke lantai 56! inget banget lantai 56 dan sampe nya cuma kurang dari 30 detik. YA ampun hebatnya! sungguh karya yang jenius! apasih! hehe

sampe atas makin menganga lagi karena indahnya Tuhaaan, indah banget kita bisa lihat Singapore melalui perspektif yang sangat sangat indah. ah pokoknya pas sampe atas seneng banget deh pada antri foto gitu gamau kelewatan liat pemandangan ini. seneng banget bisa nyampe MarinaBay, 20dolar itu sangat terbayar karena mata dimanjakan dengan venue yang luar biasa. setelah heboh foto-foto akhirnya kita ke pool-nya. Meringis dan membatin kapan ya bisa nginep di hotel semewah itu. Kudu jadi istri ke selusinnya Gayus dulu kali ya. hahahaha

setelah berapa jam diatas, menikmati puas-puas MarinaBay, akhirnya memutuskan untuk turun liat liat dibawah, eh trus pada pengen ke Casino, tapi berhubung ada anak dibawah umur kayak gue sama Ayu kahirnya gaboleh masuk juga deh. tujuan selanjutnya eenggg iingg eennnggggg

CLARK QUEY!
yep kita mau ke Clark QUey dengan tujuan untuk G-MAX!!!!!!!!! wohooooooooooooooooooooo!
merinding disko gemeter kelabu. serius gue ga bayangin harus nyobain permainan kaya beginian lagi, dan sampe sana langsung kaget ternyata ada yang lebih menyeramkan dan ekstrem dari G-Max, itu adalah G-Swing!
Dari jauh negliat orang yang duluan maen G-Swing udah bikin kaki gue merinding, dan gue bakal ada diatas itu dalam hitungan menit lagi! Astapirloh!
awalnya cuma gue Wicak dan Ayu aja yang pengen ikut. Si Rendy tadinya pengen ikut tapi dia bilang udah sering main begituan jadi bosen, yaudah akhirnya gue bertiga aja! (ya gak Ren?) haha. Bujukin Cita dia gak bisa ikut karena penyakitnya itu. ngajak Mba Mita sama aja kayak menegakkan jarum basah, intinya ga mungkin. Ngajak Mba Sasa, ntar doi malah dzikir diatas sono, secara penampilannya yang islami. Ngajak Konyol? gak kebayang gue, mungkin saking slow motionnya, game nya udah selesai, doi baru teriak teriak. hahahahaha
oke akhirnya gue Wicak dan Ayu yang berangkat. eh terus gak lama kemudian, si Cita nyusul, dia garela melewatkan misi itu. yah akhirnya kami berempat menghabiskan uang 30 dan 45 dollar untuk numpang terjun dari ketinggian yang amat ekstrem itu. huh hah huh.
gak bakal deh gue bisa lupain yang namanya terjun dari ketinggian itu. mana si mentornya bilang gaboleh pegangan ini itu yang nantijoknya lepaslah, ikatan talinya lepas lah, ahhhh asyuuuuuuuu. gue cuma bisa mempercyakan ini kepada WIcak, si pemegang kekuasaan. hahaha doi lah yang menentukan hidup mati kami karena pengait ada di dia. Subhanallah banget ya kaki gue lemes pas udah nyampe atas. gue cuma bisa bilang ‘ya allah, allahuakbar, berbeda jauh sama Wicak yang malah ngomong “ANJEENGGGGGG’!!!!!!!!!!!!!!!!!! masyaallah! Ayu sama Cita di sudut kanan, gue sama Wicak di sudut kiri hanya sedikit berdikusi. inilah percakapan yang terjadi

‘anjing anjing gila sumpah gue gaberani liat’
‘ya allah tinggi banget, allahuakbar ya allah’
‘mbak cita jangan lepas mbak jangan lepas’
‘sekarang ya sekarang yaa?’
‘jangan cak jangan cak nanti dulu jangan’
‘satuuuuu’
‘jangan cakk nanti duluu’
‘duaaaaa’
‘sumpah nanti dulu liat’ dulu’
‘……………………………………………………………………………………………………………’
‘……………………………………….’
‘…………………………………………………………………………………………..’
‘…………………………………………………………..’
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
WOAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
ANJIIIIIIIIIIIIINGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
ALLAHUAKBAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAR

dinner at : SANTOS
Setelah ber G-Swing, langsung cari makan di CLark Quey, sialnya disana ga ada makanan yang murah. dengan sangat tidak berdoasa, kami makan di Santos yang harga makanannya itu 25dolar. Tuhan. itu tuh sama aja duaretusrebu! :((((((

mana Lasagnya juga asyeeeeeeeeeeeeemm. dan lagi lagi mas Konyol menunya kaga enak, hahahahaha nasibmu naakk mesakke banget!

okeeeeeee stelah makan langsung capcus ke footprints, berhubung udah malem banget akhirnya kita memutuskan buat manggil Pak Mardi a.k.a sopir taksi!
hahahahaha. tajer abes yaaa, alhamdulillah bayarnya kagak mahal! cuma 9dolar kalo ga salah, yaiyalah Pak Mardi!!!!!!!!!!!!!!

finally sampe juga di footprints. senangya hari ini Tuhan. siap siap tenaga buat ke universal 🙂

Singapore!

4december2010
this is it! yah setelah berbulan bulan pesen tiket Lion Air! akhirnya dateng juga hari dimana gue berangkat ke Singapore! penerbangan 6.20. kurang subuh apa deh coba! not interest at all! karena gue bener-bener ga kenal siapa aja rombongan yang ada. yang katanya 16orang itu! ahhhhh. pengen misah aja deh rasanya!
oke deh apa daya! berdoa smoga perjalanan menyenangkan! amin!

sampe Changi sekitar jam 11.00 waktu singapore! langsung deh yang laki-laki (belom kenalan jd belom tau namanya siapa) mereka kampungan nyobain drinkin water yang langsung minum itu loh!
trus ngumpul buat atur strategi (peraaaang kaleeeee) akhirnya tim gue dibagi menjadi delapan orang! baru deh kenalan! meskipun awalnya malu-malu sepi sepoi mesem-mesem gajelas. FYI, gue udah membatin kalo Rendy mirip Dide dari awal liat mukanya! hahhaa


HERE WE ARE



wicak

mita

sasa

citaa
Ayu

rendy
tikaa

Luthfi a.k.a Konyol


kedelapan manusia ini berkelana mendaki gunung turuni lembah Singapore dengan tujuan berjalan-jalan, mengunjungi place of Interest Singapore. Awal perjalanan dari Changi yang direncanakan langsung menuju hotel, disambut dengan menunggangi (kudaaa kaleeee) SkyTrain. dan entah kenapa SkyTrain nyasarin kita (gamau ngaku kalo kita kesasar) jadi kita naik SkyTrain bolak balik dari T1 ke T2 ke T1 lagi. hahaha

Perjalanan dilanjutkan turun dari Changi menuju MRT. beli bikin kartu MRT dulu deh jadinya. Untung ada Sasa perpempuan Islami baik hati menari-nari. cus lanjut masuk MRT dengan tujuan ke Little India. Norak masuk MRT bagus banget bersih serius adem pula dengan berbagai manusia yang berIphone didlamnya (colek Wicak ah) haha. it was a comfortable train, ga kayak di Inodenisa! sempet ngekek-ngekek denger bahasa Melayu campur Cino campur English. sumpah ya masih kebayang bunyi MRT

‘ting’ ‘door closing’
‘next station, Little India’
‘ngeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnggggggggg’


bukan The Cukers kalo ga nyasar! haha nyariin FootPrints di little India susah susah gampang! haus trus bernti di Seven Eleven beli mimik. Ayu beli Magnum Gold! jalan jalan akhirnya nemu deh little India!



disini kita nemuin yang namanya Rahul, Inspektur Vijay dan Mujhkertee. tentunya sepaket dengan aroma wangi-wangi asem ketek campur menyan gimana gitu yang gaenak banet! paling males deh lewat tempat ini. tp yamau gimana lago dong. oke! perjalanan lanjut nyariin FootPrints di Perak Road. and Here it is our Hostel!


oke setelah ketemu nih hostel, dan membayar denan uang 79dolar per orang (inget banget gue) lanjut packing barang segala macem milih-milih tempat tidur yang sekiranya paling pewe ditidurin. setelah itu buka koper, yah dan sadar juga terlihat jelas koper Ayu yang paling gede, dan akhirnya menguntungkan bagi kita semua karena berisi popmi, migelas, super bubur dan keluarganya yang sangat membantu ketika perut kita yang miskin ini dilanda lapar malam-malam.

yuk lanjut. the first destination is ORCHARD ROAD! hari pertama pengen ngabisin duit gitu cuk (berasa pejabat)! cao naek MRT ke Orchard Road melewati berbagai stasiun. Sampailah kita ke tujuan, dan langsung makan di Lucky Plaza. masih malu-malu tuh jadi dudukny kayak di mesjid, cewee semuaaaa cowo semuaaa. hahaha. abis makan lanjut anak laki”nya pada nyari-nayri barang elektronik. dan Tuan Wicak ngences liat iPon harga 600dolar! hahatapi berhubung 600 dolar plus bonus KENTUT engkoh-engkoh Spore, mending cari yang lain aja deh! HUAHAHAHAHAHHAHAAH


setelah pada belanaja sana sini. terus menelusuri jalanan Orchard road yang menurut gue itu ‘luar negeri‘ banget. haha, ketemu sama Nadia temennya Cita, terus beli eskrim 2dolar yang bentuknya kotak terus enak benjet itu. ahhhhh pengennnn!!!!!!!!

setelah itu langsung cus yuk ke next destination EXPLANADE!!!!!!!!
yey naik MRT lagi! gue baru mendapatkan asrti kepanjangan dari MRT (Marai Rontok Tulange) hahahahaha yang artinya >>> bikin tulang rontok! ya gak sih cuk? capek to ya numpak MRT bola bali, po meneh nek kartu nek entek saldo, marai miskin! *artinya bisa anda lihat dibawah ini!
Sesampainya di Explanade (rumah Duren) disambut lagunya Empire State of Mind! ( cuk gue kangen bgt sm kalian tiap denger tuh lagu)! terus foto-foto di halaman depan Explanade (disini udah mulai keluar aslinya g pada gatau malu)

disini sudah mulai terasa badan cuapek pol, muka-muka lusuh mulai tersirat dari wajah para cukers. yang tadinya semangat udah mulai letoy! >>>> thats why Wicak beli Naught G! huahhaahahhahaha kita bahas dilain kesempatan!

oke lanjut! nah terus kita tetep mau ke Marlion, si Singa muntah! lagi rameeee, gila serius kaki bener-bener pegel banget! tapi demi Singapore, kita hantam abis! foto-foto lagi di depan Singa Jantan itu. dan gue disuruh foto mangap sama Mba Mita sama Rendy sama WIcak, begonya lagi gue nurut. yaudalah yaaaaaaaa…




are you hungry? yeah me too! yuk cari tempat makan! so we went to TAIK EXPRESS, Thai Express i mean! gue inget banget disinilah mulai Rendi beraksi sebagai mas-mas SPG! dia nawarin ke gue Ayu Cita sama Wicak ‘ya dek, mau bentuk balon gimana’ hahahahaha mulai dari sinilah bakat Padangnya >>> penjual! keliatan! hahaah dasar Mas Mas Giordano! dan gue bergaya Mbak-mbak waitress di tempat dugem nawarin menu make senter sambel joget-joget! geblek!


makan makan makan. bayar. trus kelelahan akhirnya memutuskan kembali ke footprints. di perjalanan biasalah gue paling gabisa denger lagu India berkumandang, jadi bawaannya pengen goyang. hahahahahaha. suasana mulai mencair di malam hari, apalagi ketika ada si bule dan si Cina yang sekasur berdua diatas sana. #eeeeeeeeeaaaaaaaaaaaaaaaaaa ahahah.

dan pasti tiap malem malem pulang #eeeaaaaa couple slalu berduaan dibelakang barisan. dan ya taulah Konyol, mister super SLOW MOTION karena selalu ketinggalan! hahahaa
udah malem pada mandi. and preparing for second day! 🙂