Gombal Sinestesia

Hujan rintik membasahi aspal. Mereka akan melewati Jalan Surabaya di bilangan Menteng ketika lagu Efek Rumah Kaca memecah hening.

“Kamu tau gak apa arti Sinestesia?” Sheila memandang Raga sungguh-sungguh.

“Katanya sih album terakhirnya Efek Rumah Kaca.” ujar Raga tanpa ekspresi.

“Bukan itu konteksnya, Ga.”

“Terus, apa dong?”

“Ya apa dong?”

“Merah, Biru, Jingga, Hijau, Putih, Kuning?”

“Ah, kamu.”

“Kamu itu memenuhi semua kebutuhan panca inderaku. Itu Sinestesia versiku.”

Jalan Surabaya tiba tiba dipenuhi dengan daun gugur yang berjatuhan dari pohon jati pinggir jalan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s