Biasakan saja.

Menulis itu perkara kebiasaan, sama halnya dengan membiasakan diri untuk selalu rutin bangun pagi,
sama halnya dengan membiasakan diri untuk selalu merapikan tempat tidur,
sama halnya dengan membiasakan diri untuk selalu berdoa sebelum makan,
sama halnya dengan membiasakan diri untuk selalu mengucap “assalamualaikum” sebelum keluar rumah.

Menulis itu perkara menumpahkan isi hati.
Yang tersumbat harus dialirkan,
yang buntu harus dijebol paksa,
yang terlilit harus diurai,
yang terkunci harus diretaskan.

Menulis itu perkara semua yang kita tahu.
Bisa saja tentang jalan kolektor yang biasa dilewati saat kedua tangan sibuk bermain gitar melagu album Sheila On 7.
Bisa juga tentang Ketupat Tahu Magelang yang enak meskipun selalu kupesan tanpa tahu.
Atau mungkin tentang rindu yang entah datangnya darimana selalu memburu tidak pandang waktu.

Seorang bilang menulis itu bukan perkara tentang siapa.
Menulis itu tentang kamu dan dirimu sendiri.
Karena inspirasi tidak tunggal.
Usahlah ikuti hati.
Pasti lelah sendiri.

Menulislah.
Bunuh perasaan itu perlu.
Bunga-bunga perlu dijaga agar tidak merambat liar.

Menulislah.
Cuma itu yang kamu bisa.
Biasakan saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s