Dialog Kami

Buatku, bercerita itu penting. Lega rasanya ketika apa yang kamu pikirkan dan rasakan bisa dibagi dengan seseorang untuk sekedar didengarkan dan mendengarkan. Seketika aku merasa tidak lagi menjadi sendiri yang gila memikirkan segala halnya, bahkan untuk hal yang tidak penting sekalipun.

Seperti malam itu, kami memutuskan untuk bertemu meski segalanya sudah berubah.
Di kedai kopi yang belum pernah kami singgahi sebelumnya, kami mulai ngalor ngdiul seperti melepas rindu setelah sekian lama ceritaku dan ceritanya tertahan di kerongkongan.

Tentang pekerjaan,
perpindahan,
pergerakan,
perubahan,
pengharapan.

Satu, dua, tiga, empat tahun atau lebih nantinya, aku yakin dialog kami berdua tidak akan pernah luruh ditelan tua.

Advertisements

2 thoughts on “Dialog Kami

  1. Aku baru tau Tika pindah ke WordPress..
    How’s life?
    Sejak balik ke Bandung, aku belum nulis2 lagi.. gak ada keluhan yg cuma bisa ditulis..
    Thanks Tika.. aku jd pengen nulis2 lagi..
    Kiss kiss XOXO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s