Menstruasi datang lagi

Seperti menstruasi, sakitnya selalu datang berulang.
Kadang sampai jantung, melukai seluruh badan.
Semua terasa salah.

Seperti menstruasi, sakitnya datang dan pergi.
Ketika mulai lupa, rasa sakit datang seenanknya merobek dinding-dinding rahim,
meluruhkan seluruh badan tanpa terkecuali.

Seperti menstruasi, sakitnya menggigit,
kugeram semua yang kupegang, bantal guling bahkan tak berbentuk lagi,

Seperti menstruasi, sensitfitas meningkat,
membuatku merasa orang paling sedih dan sepi di dunia.
Bersyukur tidak lagi menjadi pertimbangan karena hormonal tidak dikenal telah mengubur semua rasa.

Seperti menstruasi, kamu datang dengan sangat kurang ajar di setiap sebelum dan sesudah tidurku.
Tidak cukupkah menstruasi menjadi sakit yang harus aku rasakan setiap bulan, kenapa kamu tega menambahkan duka yang harus aku tanggung?

Seperti menstruasi, wajah dan senyummu melelehkanku.
Gerakanmu memetik gitar menusukku.
Ucapanmu melirihkanku.
Hancur sudah aku melihat apa yang kubayangkan sendiri dalam benak.

Menangis sudah pasti,
berteriak salah satu cara,
bersujud meratap tentu saja.
Namun tidak juga membawa perubahan.

Aku hanya diminta untuk menikmati dan melewati masa-masa menstruasi.
Aku hanya diminta merasakan dalamnya sakit ketika badan tercabik-cabik.
Aku hanya diminta merenungkan anugerah yang hanya dimiliki wanita ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s