Yang terlewati

Terlampau banyak momen yang lupa aku rekam dalam tulisan, tidak seperti biasanya. Terlalu malas, terlalu lelah, terlalu merasa sibuk dan diburu waktu sehingga enggan menyempatkan diri melakukan ritual menulis.

Biar aku ulas sedikit apa yang terjadi dari tulisan terakhirku di bulan Januari. Februari menjadi bulan yang penuh dengan kerjaan kantor. Spontan membuat acara ulang tahun kantor di luar dimana hal tersebut menjadi sejarah hasil sekongkol dengan bos yang kooperatif, menjadi penanggung jawab untuk Rakor dan Outbond tahunan yang melelahkan sekali, kemudian disusul dengan menghabiskan perjalanan dinas ke luar kota untuk peresmian sebuah proyek yang akhirnya selesai dan yang tidak kunjung selesai. I’m full. Selebihnya urusan kantor menjadi rutinitas biasa kecuali salah satu proyek yang sampai saat ini tidak jelas statusnya masih misteri…

Aku melewatkan ulang tahunku.

Usia ke 25 ini berlalu bersama teman-teman terkasih dan masih menjadi kasih. Biasanya aku tidak pernah absen untuk menuliskan apa yang terjadi di malam pergantian usiaku, kali ini aku luput. Singkatnya, aku adalah perempuan beruntung yang dikelilingi sahabat dan kasih terbaik, tidak pernah menyurutkan perhatian untukku.

Usia 25 entah akan menjadi awal seperti apa dan perjalanan seperti apa. Gusti Allah yang punya cerita, aku melakoninya saja dengan maksimal, yang jelas patah semangat bukan pilihan dan meratapi sedih bukan satu-satunya jalan. Banyak yang terjadi setelah pergantian usia itu datang, sepertinya akan kutulis perlahan…

Pelan saja…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s