Peduli apa

Kamu mengandaikan kita yang akan berjalan bersama menuju kesana. Entah ke arah yang mana. Utara atau selatan. Memberiku angin segar akan jalan pulang dari sesat yang bertahun-tahun kualami. Luka dan perih bahkan sudah tidak terasa lagi.

Kamu juga yang mengandaikan bahwa esok tak perlu ditakutkan karena mimpi-mimpi akan segera terwujud. Pesawat akan datang menyelamatkan kita (aku dan kamu) di hutan belantara asing ini. 

Kamu merenggut tanganku, menarik aku, aku mau.
Kamu berlari. Aku ikuti.
Kamu diam. Aku juga.

Hingga pada akhirnya, kamu berhenti untuk waktu yang lama. Dengan alasan perlu waktu untuk berpikir dan menentukan kembali arah jalan pulang.

Kemudian kamu pergi meninggalkanku kembali di tempat yang sama, di awal kamu mengajakku berjalan entah ke utara atau selatan. 

Jahat, tapi kamu peduli apa.

Advertisements

One thought on “Peduli apa

  1. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
    Dalam hubungan ketika hal seperti itu terjadi, tidak hanya satu pihak yang terluka.
    ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s