Gantung

Tulisan ini terlewat murah,
hanya tentang kerinduan,
akan kota dan cinta.

Perasaan ini terlampau ringkih, terkadang sangat rapuh untuk dihinggapi rindu. Rindu yang hanya datang sesekali akibat kenaifan.

Satu dua jam lalu bukanlah waktu yang begitu saja lewat seperti angin di rooftop lantai sembilan belas, ini tentang penantian dan kepastian yang terlalu sulit dibaca.

Saya berdiri sendiri di tengah lorong belasan kamar.
Terdiam.
Entah rasa apa yang harus digantungkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s