Sejenak saja

Perdebatan yang tiada ujung membuat saya berhenti sejenak untuk sekedar menegak teh hangat yang baru saja saya seduh.
Lama sekali tidak berdebat dengan perbedaan-perbedaan dan alur pemikiran yang njelimet (buat saya)

Sejenak saya berpikir tentang banyak ragamnya manusia di dunia ini, yang baik dan tidak baik, yang rendah hati dan yang angkuh, yang apatis dan super sensitif, dan jenis-jenis lainnya. Kemudian menyeruak pemikiran pesimis akan sebuah pertanyaan.

Bisakah saya hanya memiliki dia? Hanya dia? Dia yang baik, seperti malaikat.

Jawabannya masih menjadi rahasia Sang Pemilik Rahasia.

Bukan tentang ketakutan akan bertemu dengan jutaan manusia di masa datang, hanya kenyamanan ini sangat sulit digantikan dengan banyak spekulasi yang menawarkan teka-teki akan baik-buruknya sesuatu.

Yasudahlah,
Terus saja memperbaiki diri daripada terus menghakimi,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s