Helianthus Tanpa Nama

Ada yang datang sekitar pukul dua belas malam di tujuh april lalu,

yang tentu tidak pernah terduga.
Satu buket bunga matahari dan beberapa tangkai bunga mawar yang menyatu cantik dengan warna-warna sepadan.
Pertanyaannya, siapa?

Kusambut dan kuraih buket bunga itu dari dua orang (sebut saja — mas-mas) yang berhasil sampai di rumah kos.
Kucari nama pengirimnya, dia menyebut dirinya, fans.

“Selamat Ulang Tahun, Tika”
“fans”
Kubawa buket bunga di pelukan dan kuletakkan di sudut kamar.
Buket bunga ini terlalu cantik untuk tidak diberi nama.
Helianthus, kunamai helianthus.

Helianthus, terima kasih ya.
Terima kasih sudah ikut hadir meramaikan dua puluh empat tahunku.

Meskipun kamu datang dengan tanpa nama, tapi aku yakin Helianthus datang dengan banyak doa dan harapan untukku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s