Another Tough Year Through 2014

Sebentar lagi tahun 2015.
Ada baiknya putar balik sebentar tentang 2014.

Sebentar…
Tiga ratus enam puluh lima hari lalu adalah perjalanan tentang transformasi. Dari Yogyakarta ke Jakarta. Dari status mahasiswa jadi pegawai. Dari kantor kementerian ke kantor BUMN. Dari pegawai kontrak jadi pegawai tetap. Pergeseran-pergeseran yang menerawang. Tentu masih dalam fase proses entah kemudian Tika akan jadi apa nantinya. Yang jelas semuanya beraura positif, kemajuan, pergerakan. Syukur tiada henti, sih 🙂
Mari diputar lebih rinci lagi.

Keterima Kerja
Februari 2014 menjadi titik awal tenggelam di dunia kerja. Ya, masih menjadi pegawai kontrak yang statusnya bikin ketar-ketir. Anggap saja magang, deh. Empat bulan bekerja di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menjadi awal mula dari pengalaman kerja kehumasan. Meskipun status yang engga jelas, gaji yang datangnya juga semaunya sendiri, tapi pengalaman yang didapat luar biasa banyaknya. Bekerja di lingkungan Ring I Pemerintahan Republik Indonesia, lho! Setiap hari ketemu jajaran menteri, para pejabat eselon, bahkan berada di satu ruangan dengan Presiden RI pun hal yang sangat biasa. Mengurus jalannya rapat para menteri menjadi makanan setiap hari. Isu-isu perekonomian dan hal terkait bisa langsung didengar tanpa melalui media lain, langsung dari telinga sendiri. Setidaknya menjadi paham sedikit banyak tentang apa yang sebenarnya terjadi di Indonesia dari sisi pemerintahan. Ya sulitnya disitu, kemudian idealisme perlahan terkikis. Condong membela pemerintah daripada rakyat. HAHAHA. Belum lagi kegiatan dinas yang hampir terjadi setiap minggu menjadi peluang untuk keliling Indonesia (baru lima provinsi sih), berkesempatan juga untuk terbang dengan Garuda setiap waktu dan tidur di hotel berbintang kejora, makan mewah di berbagai event. WAH! Ya jadi kalau ditanya tentang kegiatan PNS seperti apa? Ya seperti itu. Fasilitas memuaskan dengan load kerja lumayan dan pekerjaan yang menyenangkan menurut saya, yang bekerja hanya empat bulan disana 🙂

Mulai bingung karena sudah ingin hengkang. Angkasa Pura Property menjadi pilihan lain. Setelah melewati beberapa tahap recruitment, akhirnya resmi jadi pegawai di perusahaan property ini di akhir Mei 2014. Senang. Gembira. Tapi juga resah karena persahabatan dengan teman-teman kantor di Kemenko Perekonomian adalah hal yang sangat berarti. Indry Wina, i miss you! But that’s life ya, releasing is a must.

Angkasa Pura Property. Berada di suatu lingkungan baru bukan perihal yang mudah. Adaptasi lagi. Belajar lagi. Semuanya harus dimulai dari awal sendirian. Kecuali jodoh yang tetap menyatukan, yaitu kehadiran Dini Arista Mardiani menjadi senjata di perpindahan ini. Lagi-lagi mengucap syukur. Pekerjaan yang diemban disini sedikit lebih berat daripada kantor sebelumnya. Load kerja lebih banyak, tantangan kerja juga lebih bervariasi tapi disitulah esensinya dari belajar. Selain permasalahan kerja, bertemu dengan teman teman baru menjadi hal yang sangat menyenangkan. Ibaratnya, lebih baik kesasar di suatu tempat berbarengan daripada travelling ke Selandia Baru sendirian #tsailah…

Syukur lagi deh, karena teman-teman baru disini juga sangat bersahabat. Punya partner yang juga bipolar adalah kabar yang sangat baik. Sebut ya, Mbak Icha. Lalu si autis Mbak Shinta. Don Juan gagal Mas Reka, Mas Andi Bapak Nyinyir Periode 2014 – 2019, Mbak Nia Ibu Hamil, Mbak Indah si Ibu Boss dan lain sebagainya. Ah senang! Perjalanan di kantor ini masih jauh, masih banyak lagi harus belajar. Entah sampai tahun kapan, yang pasti tahun ini telah menemukan kami.

Belajar Investasi
Tahun yang menyadarkan bahwa uang menjadi hal yang sangat menentukan menu apa yang akan dimakan esok hari. Punya uang sendiri untuk hidup, belajar membiayai diri sendiri. Kemudian tersadar semakin hari penghasilan bulanan tidak terasa kemudian bisa lenyap begitu saja. Sedih. Akhirnya dengan banyak saran dari beberapa orang, tersadar untuk mulai belajar menabung dan investasi. Menarik deh! Ah yakin sekali kemudian hari harus lebih pintar belajar investasi dan bermimpi bisa mengikuti jejak Merry Riana.

Penikmat Public Space
Sedari dulu, tidak henti menggilai public space yang ada di kota-kota Eropa. Kalau boleh milih antara Mall Grand Indonesia dan Taman Menteng ya mending nongkrong di Taman Menteng. Itulah yang menjadi bonus menyenangkan di tahun ini. Mulai bisa duduk santai di beberapa taman ibukota seperti Taman Menteng dan Taman Suropati. Sesekali mengejar morning dan evening run. Jajan-jajan kecil di sekitarnya, nyaman banget! Oh ya, selain itu juga tahun 2014 menjadi awal perkenalan dengan commuter line. Hampir setiap hari naik commuter line, sarana transportasi kereta listrik jurusan Kramat – Kemayoran. Seneng, nyaman, dan bisa memperhatikan sekaligus merekam berbagai kegiatan pedestrian Jakarta.

Pernikahan Teman
Tahun yang lumayan banyak mengagetkan, karena ternyata banyak teman dan kerabat yang menikah di tahun ini. Santika dan Derira. Dua gadis Semarang yang kucintai. Terus juga teman baru Indry Hapsari. All my prayes fly to them. I wish a very happy wedding. Sekaligus agak menelan ludah karena ternyata masa-masa “kapan nyusul?” kok mulai datang. Ya gimana ya?

Dia
Pernah mencoba bergerak menjauh, kemudian menyerah akhirnya kembali masih statis. Porsi sahabat dan teman cerita terlalu mendominasi. Ah…

Tidak banyak lagi yang bisa diceritakan. Jujur 2014 tidak terlalu banyak warna, mungkin karena jelang waktu di masa masa mulai menemukan titik nyaman. Yang awalnya bersikeras kumpul bareng banyak teman, kemudian mulai memilih nonton DVD di kosan atau bersih-bersih kamar dan bercengkerama dengan Alfath. Ya gitu sih.

Masih kurang. Masih pengen banyak. Semoga 2015 jawabannya, Ya? Happy New Year, World!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s