Putri Tika Pratiwi, S.IP (soon)

Selamat pagi alam semesta, hari ini aku merasa sedikit berbeda. Namaku terasa lebih berat. Oke sebenarnya aku juga gaboleh terlalu congkak, karena gelar itu belum resmi melekat pada namaku, tapi bolehlah kita berbangga sedikit, anggap saja itu hadiah dari kerja keras selama ini, karena menurutku skripsi adalah salah satu tugas terberat selama masa pendidikan di Jurusan Ilmu Komunikasi, UGM.

Ya, kemarin 24 September 2013, aku berhasil mengukir sejarah dalam hidupku. Aku lulus. Mau tau apa maksudnya lulus? Ya aku bisa menghadapi dosen-dosen itu, dosen-dosen yang katanya mengerikan, namun ternyata mereka sangat menyenangkan. I’m so proud, puas rasanya diuji oleh mereka, artinya aku mampu menempuh dan menghadapi sidang dengan sempurna dihadapan dosen-dosen berkredibilitas tinggi! Thank’s lot Mba Rahayu, Mas Dodi, Cak Budi…

Cerita singkatnya…
Aku datang pagi sekali sekitar pukul 08.00 am. Aku pikir ku masih punya waktu sekitar 1-2jam, mengingat aku mendapat giliran kedua setelah Indi (teman galau skripsi, kita sarjana, ndi!)
Eh yang terjadi malah sebaliknya, aku ditunjuk untuk maju lebih awal, seketika pikiranku buyar, tapi anehnya aku tidak menempatkan grogi dan perasaan-perasaan mual saat itu, entah kenapa, mungkin space itu sudah dipakai oleh perasaan kaget kali ya. Made Bhela selaku sahabat yang katanya mau memfasilitasi presentasiku dengan gadgetnya terlihat sangat deg-degan, bahkan rencananya juga gagal. Aku gagal menggunakan gadget-nya, yasudahlah, konvensional lebih asik sepertinya. I have no idea with butterfly in my tummy then, it feels so random like sky collapse :))

Seketika aku sudah ada di ruangan bersama tiga dosen didepanku. Mungkin aku agak sedikit bersyukur karena bukan Mas Ngurah yang mengujiku. I don’t wanna ruin those day, Mas. 
Sidang kemudian dimulai. Aku mampu menguasai ruangan di 3 menit awal, itu membuatku sangat pede. Kemudian celetukan celetukan datang dari Mas Dodi. Hal itu membuatku sedikit tenang. satu menit, lima menit, dan menit-menit selanjutnya berlalu. Aku sangat menikmati saat-saat itu. Hingga akhirnya Mba Rahayu menyuruhku untuk keluar ruangan. Aku terharu melihat teman-temanku yang menungguku diluar. Melihat sosok-sosok yang cemas menunggu hasilku. Melihat wajah mereka yang mungkin sedikt ragu. Lalu dosen-dosen memanggilku lagi. Di dalam mereka mengatakan jika aku lulus. Subhanallah…

Kamu Lulus, Tika


Kalimat itu benar-benar membuatku serasa disiram air dingin. Seketika aku melihat wajah Papa dan Mama di depanku. Seakan aku ingin bilang “Benerr kaaan tika bisa lulus kaaaan, Paaah Maaahh” :)))
Kemudian mereka, kebahagiaanku berhamburan memelukku. Termasuk dia, Made Bhela Sanji Buana yang tidak hentinya memandangiku, ada siratan bangga darinya, aku tau dia yang paling cemas, karena porsinya melebihi dosen pembimbingku. Terimakasih atas kesediaanmu selama pengerjaan skripsi ini ya Bhel. Yang lain ikut memelukku satu persatu. Bian, Cici, Mas Gandi, Santika, Ranny, Marsha, Arens, Reza, Lanang, Irin, Senna, Arum, Memey, dan semua-muanya…




Ah kali ini aku benar-benar ingin menangis. Aku bangga memiliki teman dan sahabat seperti mereka. Yang selalu dan menjadi inspirator dalam hidupku, menjadi saingan, kakak, adik, musuh, saudara dan sebagainya selama ini. Aku bangga menjadi bagian dari itu. Selain itu ada dua perempuan yang aku cintai nunjauh disana. Dini dan Derira. Salman dan Yudha, meskipun mereka tidak nyata tapi mereka berarti sekali si bagian ini. Aku akhirnya menyusul mereka, aku bisa menuntaskan sidang. Aku kangen mereka. Its gonna be perfect if you were here guys :”)

Aku mendapat tiga buket bunga, satu cheese cake roll, chocolate bar dan brownie. I’m so thankfull!

Selebihnya, aku ingin berterimakasih terhadap Tuhan yang begitu baik denganku, yang tak henti-hentinya memberiku anugerah. Kepada Papa dan Mama yang tak pernah lelah berdoa dan memberi restu untukku. Kepada Mbak Cita yang selalu membuatku termotivasi dengan segala kehidupannya. Made Bhela Sanji Buana yang selalu menjadi inspirasi, andai dunia tahu apa yang telah kau beri untukku selama ini. Dini, Bian gadis tercintaku. Ireda. Laptop. Dan Yogyakarta.

And now its time to. REVISI!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s