Dreaming a dream.

Aku itu pemimpi.

Entah mimpi itu bakal terwujud atau engga, yang penting aku berani. Berani hidup untuk bermimpi.
Kemudian teringat seorang sahabat yang pernah bilang…

“Percaya nggak? Gak semua orang di dunia ini berani punya mimpi”
 (Made Bhela Sanji Buana, 2013)

Sejenak aku mengolah kalimat itu sebelum akhirnya aku sepakat dengan statament yang dia katakan. Karena dulu, aku benar-benar takut bermimpi. Bahkan tidak punya mimpi.

Entah di usia berapa , ketika aku ditanya untuk mengungkapkan apa cita-citaku. Aku diam. Aku takut, karena benar aku takut untuk bercita-cita. Aku gak tau mimpiku apa. Apa yang aku pengen di hidup ini. Sampai akhirnya mungkin waktu yang menjawab. 
Dan di masa inilah aku mulai berani menggantungkan mimpi-mimpiku yang kemudian akan kugapai suatu saat ini. Pasti!

Kadang memang malu buat ngungkapin mimpi kita ke orang lain. Tapi lagi-lagi sabahat yang satu ini pernah bilang…

“Mimpi itu harus diungkapin, diomongin ke orang lain. Biar kita bisa bertanggung jawab sama mimpi kita ke orang lain untuk akhirnya diwujudkan” (Made Bhela Sanji Buana, 2012)

Lagi-lagi aku berpikir sejenak sebelum akhirnya sepakat dengan statement-nya. Awalnya aku merasa jika mimpi itu hanya janjiku dengan Tuhan. Lalu, siapa saksinya? Siapa yang akan menyemangati? Siapa yang akan memberi saran? dan juga siapa yang akan mencemooh?
Elemen-elemen itulah yang kemudian menjadi motivator mimpi kita.
Ceritakanlah ke orang-orang.

Jadi.
Kali ini aku akan memberanikan diri untuk menceritakan mimpi-mimpi ku kepada dunia disini. Di rumah tulisku.

Aku gak mau jadi pegawai, karyawan atau sebagainya. Ya meskipun juga gak ada yang tau setelah lulus ini aku akan dilarikan Tuhan kemana. Tapi aku gak mau disuruh orang lain, aku gak mau jadi bawahan atau orang yang diperintah. 
Aku juga gak pengen antri berjam-jam di Grha Sabha Pramana untuk melamar kerja.  Menunggu giliran untuk dipilih oleh ratusan perusahaan terkenal yang hanya akan menguras tenaga kita. Gaktau kenapa, aku sama sekali gaktertarik dengan itu.
Aku ingin punya usaha.

Ya.
Jadi cita-citaku itu ya jadi wirausaha. 
Ada tiga usaha yang pengeeeeeen banget aku punya di masa depan nanti.

Sekolah
Salon (Beauty Care)
Rumah Makan

Aku terlahir bukan dari keluarga yang berlatar belakang wirausaha.
Aku berani bermimpi untuk berwirausaha karena satu modal. Modal ku sedari kecil yang suka sekali berperan menjadi kasir.
Aku suka menyusun meja-meja atau bantal guling, apapun itu untuk dijadikan meja kasir. Di bayanganku, kasir itu kaya. Uangnya banyak. Mesinnya canggih, lacinya bisa keluar sendiri dan ngeluarin kertas secara otomatis. Ya itu aja deh modalku.
Selain itu, mungkin karena aku pernah sukses jualan bawang merah waktu SD dan jualan keripik pisang lampung aja sih pas kuliah ini. Ya itu modal tambahan kali ya 😀
Jadi tiga usaha diatas adakah mimpiku yang akan aku usahakan untuk segera terwujud. Entah mungkin satu tahun, dua atau mungkin lima tahun lagi. 

Kenapa Sekolah, Salon dan Rumah Makan?
Aku suka anak-anak dan aku suka berbagi. Aku suka membuat orang lain menjadi cantik. Dan aku suka makan. Aku kira itu cukup :)))))
Ya pokoknya aku ingin sekali mewujudkan ketiga mimpiku itu. Disamping aku juga ingin mewujudkan mimpi kedua orangtuaku yang ingin sekali membuka usaha sebagai kerjaan setelah pensiun nanti. Aku ingin mimpi orangtuaku terwujud.

Rumah tulisku ini harus menjadi saksi bahwa aku akan segera mewujudkan mimpiku nanti
Jadi suatu saat, ketika aku berhasil mewujudkan mimpiku, aku pernah di masa ini. 
Di masa aku berani memamerkan keinginanku. Mimpiku.

Yes, he inspiring me to dreaming a dream.
Thankyou 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s