Dini Arista Mardiani.

If there’s a question about “who is the most precious friends you have in life?”

I’ll answer. 
You, Dini Arista Mardiani.


Entah mulai kapan akhirnya gue bisa deket sama cecunguk Jakarta yang masuk dalam spesies rajel ini, pokoknya semesta akhirnya menemukan kami di waktu ini. Di waktu yang tepat, gue yakin itu.

Dan kenapa Dini?
Dini itu ga lebih kurangnya punya sifat dasar yang sama dengan gue. Walupun dengan sadar juga kalo wajah, kulit, hidung dan bentuk tubuh juga kemampuan otak sangat berbeda, gue banyak menemukan diri gue sendiri di seorang Dini.


Mungkin kedekatan gue ama Dini baru keliatan sekitar tahun 2011, karena ya seluruh makhluk di dunia tau kalo dulu gue ga main tuh sama geng dia, karena geng gue jauh lebih kece. EEEUUYYYHHHH!
Pokoknya gatau gimana caranya si pemales ini akhirnya bisa bikin gue berani untuk memutuskan punya sahabat, AHAHAAAY!

As universe know, gue mungkin orang yang complicated banget, banyak hal-hal yang selalu gue pikir di dalam diri gue, penting ga penting. Mulai dari masalah pertemanan, keluarga, bahkan sampai penampilan. Dan gue selalu bisa salurkan itu semua ke Dini, yes she’s very good listener. Dan gue sebagai orang yang paling egois di muka bumi ini, selalu mau dengerin kritikan perempuan bergaun merah ini. Ya, mungkin karena Dini selalu bisa kasih tanggapan yang positif, dan bener-bener orang yang suka belajar. Belajar dari semua kejadian dan pengalaman orang lain. Selalu berani nyoba dan mungkin perempuan yang bermusuhan sama kata “NO”.

Gue yakin, ga cuma gue yang bilang Dini baiklah, cantiklah, inilah itulah. Karena itu memang Dini.
AHAHAY, mulut gue berbusa ini muji muji lo terus. Its exist to give some compliments to friend, ya kan ya?

Mungkin bisa gue jamin, Dini yang banyak banget tau hidup gue, luar dalem.
Gak ada lagi yang namanya jaim antara gue sama dini. 
Dan gatau seberapa sabarnya Dini ngadepin gue, yang notabene bawel, ceroboh, clumsy, suka ngerengek dan pikun. Gue yakin cuma segelintir orang yang bisa berlama-lama sama gue, karena gua juga bukan tipe yang bisa berlama-lama sama seseorang kecuali temen deket gue.


Yang paling gue suka dari Dini, dia selalu bisa bikin gue pede dan ga ragu untuk ngajak dia masuk ke dunia gue. Ke temen-temen gue, dan bahkan ke keluarga gue. 
Gue selalu yakin kalo Dini bisa jaga diri baik-baik, kok ambigu yaaaa. Maksud gue, gue tenang kalo ngajak dia kemana-mana, karena dia bisa jaga sikap, sopan santun dan bisa menghargai orang lain. Orangtua apalagi. 
Semakin kesini gue bisa liat kalo Dini selalu ngambil pelajaran dan hikmah dari cerita-cerita gue juga mungkin ya.
Well, sebenernya tulisan ini cuma penghantar dari sebuah judul besar yang pengen gue tulis.

SELAMAT ULANG TAHUN, DINI!

Dua puluh dua tahun akhirnya nempel di diri lo, Din!
Semoga Islam, keluarga, dan hidup lo selalu seirama dalam bahagia.
Cinta dan cita terpampang nyata dan bukan sekedar halusinasi semata!
Selalu jadi anak, kakak, dan teman yang baik ya buat lingkungan lo.
Dewasa dan bisa selalu menjaga sikap dimanapun seiring dua puluh dua tahun lo…

Terimakasih ya Din udah selalu jadi my bad-good time mate kayak bhela *salah fokus
ya pokoknya apapun yang terjadi, gaboleh ada yang memisahkan ahahahay!


Wish you all the best deh, Din!
Gue selalu seneng sama semua yang bikin lo seneng juga. 
Semoga semua cita-cita dan harapan lo bisa tercapai ya, Din!
Aamiin.
Salam cinta wanita bergaun merah :*
Love you. Dini.
Advertisements

One thought on “Dini Arista Mardiani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s