Menari Bahagia~

Temaram senja menenggelamkanku yang mencoba menghancurkan karang
menangkap dan melempar realita yang enggan kuterima
karena sementara tangkisanku berhasil untuk mengungkap fakta.

Cahaya lampu kuning megah Grha Sabha Pramana merekah memantul dari bola mata
ditemani adzan maghrib yang berkumandang menyerukan panggilan Sang Kuasa.
namun enggannya mengembalikan kaki untuk segera pulang
racauan ini belum menemukan simpulnya.
Mendengar bercerita
mengulang dan meramal kisah yang katanya klasik
hingga detik jam mati rasa di permukaan semesta.

Tak bosannya serpihan serpihan memori aku kumpulkan
tidak mudah ternyata menggapai kehidupan hingga babak ini
setengah tahun yang bersiku dengan jurang.

Aku dimana?

Aku hanya ingin menari di sini, sepuasnya
Kebahagiaan yang anggapnya cobaan.
Semoga pada saatnya, ikhlas menjadi suatu kewajiban agar hak kembali terpenuhi dalam restu.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s