Sense of Belonging

Setiap orang pasti punya cara buat menunjukkan rasa sayang kepada setiap umat di muka bumi yang ia cintai.

Termasuk gue.

Overall, i’m not the kind of person who had lot of friends or lot of people to share. Cause i love privacy. 
Dan bodo amat adalah jawaban yang pas ketika banyak orang yang lala lili di sekitar gue.
We have our own business.

Nah, bahayanya. Kalo gue udah jatuh cinta sama seseorang. Gue suka posesif. 
Gatau juga sebabnya kenapa. Akhirnya semacam bumerang gitu. Gue bisa jadi manusia yang suka banget nyampurin urusan orang karena faktor sayang dan keinginan untuk memiliki sangat gede banget.

Apalagi ketika detik, menit, jam dan hari-hari mendukung kedekatan kami. Its so hard to make a deal with release someone to their another hapiness outside.

Gue memang punya sense of belonging yang tinggi terhadap sesuatu. Apapun itu.
Kadang umpatan jadi senjata untuk sekedar melindungi diri sendiri atas ketidakberdayaan realita. 

So, time after time.
Perasaan yang kayak gini bikin gue jadi berpikir puluhan kali untuk dekat dengan seseorang. Katakanlah sahabat.

Gue takut mereka bahagia dengan orang lain selain gue.
Gue takut kehilangan mereka untuk kebahagiaan yang lain.
Gue takut kalimat “persahabatan” yang pernah diucapin cuma jadi embun pagi yang kemudian hilang ditelan matahari.

Usahlah bilang sahabat dan jangan pergi.
Toh kamu pasti akan pergi.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s