Hansel as Brother!

Film Hansel and Gratel yang aku tonton siang ini membawaku pada sebuah kerinduan. Kerinduan seorang sosok kakak laki-laki.


Well, aku ga akan banyak bahas masalah film Hansel and Gratel sebenernya. Singkatnya film ini menceritakan tentang Hansel dan Gratel yang setelah dewasa menjadi witch haunter. Mereka berkeliling kota untuk memburu penyihir. And the sweetest things is, Hansel.

Hansel seorang kakak laki-laki yang sangat melindungi adiknya. Scene yang paling nendang di hati aku, ketika mereka terpisah untuk sementara dan tanpa sengaja bertemu di sebuah rumah tua dimana ternyata rumah itu adalah tempat tinggal mereka di masa lalu saat masih kecil sebelum akhirnya mereka dibuang ke hutan oleh orangtuanya. Ketika mereka bertemu, keduanya dalam keadaan terluka. Dan sangat terlihat kepanikan Hansel yang mengkhawatirkan Gratel. Hansel memeluk Gratel dan memastikan jika tidak ada luka yang terlalu dalam melukai Gratel.

Scene-nya cuma sebentar. Ga lebih dari satu menit.
Tapi kenapa aku gamau pindah dari scene itu.
Terlalu manis untuk seorang aku yang sangat merindukan sesok seorang kakak laki-laki seperti Hansel.

Dari kecil aku selalu mendambakan dan pengen banget punya kakak laki-laki.
Aku suka iri kalo liat banyak temen aku yang punya kakak laki-laki dan akur satu sama lain.
Pikirku saat itu, seandainya aku punya kakak laki-laki, kalau aku lagi berantem sama temen – temen pasti ada yang belain. 
Kalau misalnya mama lagi berantem sama papa ada yang melerai. 
Kalau papa lagi jalan-jalan di mall ataupun main games tembak-tembakan ada yang nemenin.
Kalau laptopku atau gadget ku rusak ada yang utak atik dan benerin secara amatiran.
Kalau aku sama kakak perempuanku punya pacar, ada yang wanti-wanti pacarku buat jagain aku dan marahin kalau sampe pulang kemaleman.
Kalau aku lagi nangis karena banyak masalah ada elus-elus kepalaku. 
Kalau aku ketakutan tidur sendiri, ada yang bisa aku ketuk pintunya buat nyelinep tidur di sampingnya.
atau kalau aku ketiduran di mobil dan di sofa ada yang gendong ke kamar.
Kalau aku pengen nyanyi ada yang mainin gitar. 
Kalau aku bandel pake hotpants ada yang marah dan pura-pura jadi pacar aku ketika mata cowo-cowo mencoba menjilat aku. just that simple 🙂

Ya intinya aku merindukan sosok pria yang ada buat aku dari lahir sampe aku dewasa. 
Yang paham dan sayang sama aku tanpa adanya sekat dan kata perpisahan. 
Aku rindu sosok itu.
Karena selama ini aku hanya mendapat sosok pria dari papaku, dan beliau mengajariku untuk menjadi personal yang sangat mandiri, jadi kadang aku rindu sosok yang melindungi dan memanjakan aku. 
Karena aku dididik untuk terbiasa mampu menyelesaikan masalah apapun sendiri.
Secara ga langsung terdoktrin bahwa Aku adalah Raja buat diriku sendiri.

Harapan dan cita-citaku sekarang sebagai perempuan yang beranjak menjadi wanita.
Gimana caranya aku harus punya suami yang nantinya bisa jadi pendampingku sekaligus kakak buatku.

Pelindung bagiku, kakak perempuan dan Mamaku.

Teman cerita dan duel untuk Papaku.

Gak nyangka sosok Hansel terlalu jauh membuatku kembali ke khayalan yang lama kulupakan semenjak aku bertemunya.
Intinya aku cuma mau bilang, bersyukurlah kalian yang punya kakak laki-laki. 
Selain dari seorang ayah, kalian ga harus punya pacar dulu baru bisa ngerasain disayang laki-laki 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Hansel as Brother!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s