Kami.

kedua mata itu bertemu di antara dingin yang menyapu pipi.
diselingi tawa dan sekedar senandung rindu
sesekali tunduk untuk merapikan kertas kertas tanggung jawab

basa basi adalah senjata utama untuk mencuri suara
lalu tenggelam dalam keingintahuan lebih dalam
sungguh keanehanmu adalah nikmatku

hamparan hijau permadani menjulang 
memuaskan penglihatan akan kuasa Tuhan
bahkan tersesat menjadi sebuah pertanyaan sekaligus jawaban

bersembunyi dibawah kehangatan lembut segiempat merah muda
halus lembut ditengah seratus mata 
terus terulang hingga kapal terbang menjadi saksi perpisahan dua pulau 

kesamaan bukan kebetulan
ketidakjelasan bukan anomali
perbedaan bukan kejahatan
kami menghargainya, bahkan disanalah kami berirama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s