Sejumput Rindu

duduk berdampingan.
kamu disampingku, hiraukan keramaian.

melemparkan canda tawa, yang sederhana.
hingga aku kemudian memilih terlelap dalam genggaman

sesekali kucium bahumu, memastikan kamu yang masih ada.
ada untuk menjagaku hingga perlahan kebisingan itu pergi,
kemudian aku menjadi yang terakhir.

aku merindukanmu.
tersujud di hamparan alas,
tersungkur melafalkan doa.

dalam hening
kau menjilatku dengan tatapan
hingga kubuyarkan segera, menghindar dalamnya perasaan.

salah besar jika kau kira aku akan melupakanmu, melupakan kita.
salah besar jika kau kira kau tak akan pernah ada dalam hari-hariku

sejumput rindu akan kumainkan dalam rekaman khayalku.
Advertisements

2 thoughts on “Sejumput Rindu

  1. Emosi tulisannya penuh banget. Kuat.

    Yang di bold itu lumayan bikin tertegun. Tapi keren.

    Sering2 nulis kya gini ya.

    Mantep!
    “sejumput rindu akan kumainkan dalam rekaman khayalku”

    KLIMAKS! 😉

  2. bisa puitis kan gue.

    ternyata sebuah khayalan bisa jadi cantik jika ditulis.
    khayalan dan mimpi hanya jadi sia-sia kalo cuma dibiarkan melayang dan kemudian hilang.
    ga ada salahnya kalo diabadikan dalam tulisan, toh sama gratisnya 🙂

    ayo tulis khayalan kamu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s