Fault.

aku duduk, lelah setalah berjam-jam menari kegirangan.
di tengah kepuasanku, aku melihatmu.
berjalan sempoyongan, melangkahkan kaki dengan berat.
lalu kau ambil posisi untuk duduk berhadapan denganku.

jelas paras kecewamu tersirat.
sesekali kulihat kamu mengintaiku disela lalu lalang kendaraan yang memisahkan mata kita.
dan segera kubuang pandanganku meski ingin kutantang balik tatapanmu.
aku tidak kuat.

kulihat kau memarahi langit.
rasa kesal, kecewa, marah sangat jelas kaugambarkan di setiap gerak tubuhmu.
aku hanya bisa meneguk air putih berharap bisa kuhapus sedihmu.

maaf.
aku salah.
Advertisements

2 thoughts on “Fault.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s