Cita’s Wedding Preparation

Hey goodnite universe…


Seharusnya aku merekam dan kemudian mampu menerjemahkankan sekaligus menuliskan persiapan pernikahan perempuan yang kusayangi, kucintai setelah mamaku. Dia adalah Putri Cita Puspita Dewi… The only and the best sister in whole world…

Banyak sekali cerita yang ingin kutuangkan dalam ruangku ini…
Kali ini aku akan menuliskan persiapan and a very big preparation for her from me and my daddy side…

Well. Aku baru datang ke rumah which is di Lampung seminggu sebelum hari besarnya…
Rasa bersalah kemudian menghujani perasaanku ketika aku merasa sedikit sekali ternyata yang bisa kusumbangkan untuk acar besar keluargaku. Untuk acara paling berarti dalam hidup kakak perempuanku.
Alasan itulah yang kemudian membuatku rela dan bahkan maju untuk menjadi ajudan dan orang kepercayaan papa dalam rangkaian acara ini.

What is my jobdesk?
My jobdesk is very simple. Make everyone around happy.

Sederhana kan? Sangat sederhana. Tapi pertanyaannya sekarang, apa sesederhana itu untuk membuat banyak orang atau bahkan seseorang saja untuk merasa bahagia di tengah keriwehan persiapan acara? Aku jamin, kali ini jawabannya tidak sesederhana pertanyaannya.

As a young sister, and daughter i try my best for this event. And i know that our big boss, My Dad jauhhhhhhhh lebih memikirkan dan merancang segalanya agar berjalan sebaik baiknya dan sesempurna mungkin. We know him as well as i spent my life in this world.
Papa adalah sosok yang sangat keras. Figure who always and try to make all things are perfect. Dan standard sempurna di mataku dan di matanya ternyata berbeda.

Oke aku tantang itu. Mari kita bekerjasama untuk menyempurnakan perhelatan ini.
Aku menyanggupi segala tugas yang diperintahkan Papa kepadaku. Aku berani jamin ini bukan hal yang mudah dan aku yakin tidak semua anak dan adik mau melakukan tugas ini padahal bukan hal yang sulit untuk menyerahkan tugas tugas ini ke anak buah Papa dan ataupun ke Wedding Organizer yang telah keluarga kami sewa. Jadi ini adalah sebuah tanggung jawab dan kehormatan bagiku, karena papa lebih percaya kepada anak perempuannya daripada anak buahnya yang jauh lebih tua dan berpengalaman. Dan aku bangga dengan itu.

Kali ini aku bekerja sebagai anak buah Papa, dan im sure that is not easy to work or be a part of my dad team. Baru kali ini aku sadar ternyata Papa adalah seseorang yang sangat detail dalam mengurus sesuatu. Beliau tidak pernah puas dengan sekedar OK. Tapi beliau butuh bukti serta alasan dibalik kata OK. Beberapa kali aku merasa sangat bodoh karena sebagai mahasiswa dengan stamina yang masih belia selalu kalah dalam berpikir. Aku selalu merasa didahului oleh Papa. Itulah yang selalu memacuku untuk bisa berpikir lebih dan memutar otak untuk bisa one step ahead…

I will explain my jobdesk shortly…
Jadi sderhananya, aku yang mengatur seluruh transportasi dan akomodasi semua tamu. They are family, friends, Dante’s Family, what else…
Aku harus mengatur 16 mobil 1bus. So it means i have to know 16 drivers… Dan menghafal 16 nama sopir itu ga gampang gais…
Selain itu masalah keuangan, yes my father trust me as his treasurer. Mulai dari persediaan makanan selama dirumah, semua administrasi, dan pritil pritilan lainnya…
Bahkan sampe urusan satpam yang harus ganti shift setiap hari aku pun harus mengurusinya.
Kekurangan atau sebagai korektor acara dan jembatan antara WO dan keluarga juga tidak jarang aku lakukan sebagai bentuk inisiatif atau spontanitas.
Wardrobe juga, karena berapa kali sudah aku harus bolak balik menghampiri penjait untuk ambil rombak kebaya. Mulai dari kebaya Papa Mama dan juga si CPW (calon pengantin wanita)..
Halangan selama bertugas? Jangan ditanya…
Mulai dari supir yang nakal sampai ditundanya acara rapat panitia besar karena hujan besar yang melanda dan menyebabkan rumahku banjir. It real an realy real. Itulah tantangannya…

Sampai detik aku menulis, tugasku masih beterbangan di kepalaku. Namun aku bahagia…
Ya sebagai anak buah papa dalam acara ini, aku benar benar banyak belajar dari seorang ayah yang selalu aku segani, aku anggap galak, aku anggap tempramen, aku anggap berlebihan dan aku anggap perfeksionis.
Ternyata beliau banyak sekali mengajari aku untuk memikirkan orang lain, mengajari aku untuk mempersiapkan segalanya sedetail mungkin untuk mencegah dan meminimalisir kekurangan. Mengajari aku untuk tidak setengah setengah dalam menjalankan sesuatu. Banyak sekali hal yang baru aku tau dan aku kagumi secara bersamaan. Ternyata Papa banyak memikirkan hal hal yang tidak pernah terpikirkan olehku.
Bayangkan, ketika seorang Papa ditengah kesibukannya masih sempat bertanya dan memerintahku untuk membeli baygon dan vitamin. Untuk siapa? Untuk pembantuku yang jarang sekali ia sapa.

Beliau mampu meraup semua dan segala kelas. Beliau mampu memikirkan kerabatnya yang berkedudukan hingga seorang pembantu. Haruskah aku ingkari kekagumanku?

Aku banyak belajar. Dan tidak sekalipun aku mengeluh atas tanggung jawab yang ia berikan. Aku bersumpah ini akan sangat berguna untuk ekgidupanku selanjutnya. Karier terutama.

Bukan berarti beliau tidak pernah memanahku dengan keluh kesah atau bahkan sedikit umpatan karena aku banyak melewatkan tugasku. Namun aku sama sekali tidak jatuh, bahkan aku lebih terbaka.

Aku ingin menduplikat pikiran Papa untuk sistem kerjanya, namun aku ingin memodifikasinya. 
Ya. Dengan sederhana.

Jika papa selalu memilih untuk mengernyitkan kening. Aku akan melebarkan senyum. Jika papa selalu lupa berterimakasih, aku akan mengucapkannya berlipat ganda. Jika papa selalu memerintah, aku akan berusaha meminta tolong. Jika papa selalu serius, aku akan serius dengan melempar beberapa lelucon untuk melumerkan suasana.
Mudah sepertinya untuk bekerja dengan membuat orang bahagia…

Well.
Hari ini papa datang kepadaku.
Belia berkata ” maaf ya nak, kalo selama persiapan papa selalu merengut, selalu emosi. Untung kamu disini, terimakasih ya nak”
Kamu tau betapa berharganya jika seorang seperti Papa mampu mengatakan itu? 
Aku hanya diam dan menahan haru.

Terimakasih Papa.
At leat you already show me how to be a good worker.
If you never gave me this responsibilities, i’ll never know you deeper.
One thing dad, you already gave the best for this big event for your 1st daughter… You did it.
The only thing that we must do now on, is just believing God :”)

Advertisements

One thought on “Cita’s Wedding Preparation

  1. Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS…
    Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR…
    Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR…

    Seorang yang dekat dengan Allah,
    bukan berarti tidak ada air mata…
    Seorang yang TAAT pada Allah,
    bukan berarti tidak ada KEKURANGAN…
    Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa masa SULIT…

    Biarlah Allah yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Allah TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK…

    Ketika karyamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN…
    Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN…
    Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN…
    Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN…
    Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN…
    Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN–HATI.

    Tetap semangat…
    Tetap sabar…
    Tetap tersenyum…
    Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN…

    Allah menaruhmu di “TEMPATMU”  yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”… 

    Orang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan…
    MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA..

    Terimakasih, Tika. Doa Papa senantiasa menyertai langkahmu, menuju cita2mu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s